Berita  

Negara Arab Teluk: Diolah Raja Teroris AS, Kini Dipaksa Bayar USD 5 Milyar Pajak Mesin Perang!

 

Medan, Utomo news, Senin,23 Maret 2026 –|

 

Sungguh memalukan! Negara-negara Arab kaya minyak di Teluk Persia, yang dulu sombong dengan kekayaan tak terbatas, kini merunduk tunduk di bawah kaki “raja teroris” Amerika Serikat. Habis-habisan diolah oleh Washington dan anteknya Israel, mereka tak punya modal lagi untuk perang sungguhan.

 

Kini, AS menagih “pajak mesin perang” fantastis mencapai USD 5 Milyar (Rp84.781 triliun) jika konflik dengan Iran membesar! Ini bukan bantuan, tapi pemerasan terang-terangan yang memperlihatkan kelemahan total negara-negara Arab yang konon “berdaulat”.

 

Laporan dari BBC Arabic, dikutip analis politik Oman Salem Al-Jahouri, mengungkap tekanan brutal dari Presiden Donald Trump terhadap anggota Gulf Cooperation Council (GCC) – Saudi Arabia, UAE, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain.

 

Mereka, mitra strategis AS di Timur Tengah, diminta tanggung biaya operasi militer Washington jika perang meluas. Bahkan ada “diskon” murah hati: bayar USD 2,5 Milyar saja jika mau dorong perdamaian cepat.

 

Ironisnya, negara-negara ini sudah kehilangan nyali; mereka bahkan membantah izinkan wilayahnya dipakai untuk serang Iran!

 

Kritik tajam patut dilontarkan ke para pemimpin Arab Teluk yang lemah ini. Di mana martabat umat Islam mereka? Dulu, mereka bangun menara-minyak megah dari hasil curi-curi kekayaan rakyat, tapi saat AS dan Israel menggertak, langsung ambruk seperti pasir gurun.

 

Ingat, sejak era invasi Irak dan Afghanistan, AS telah “mengolah” negara-negara Arab: rampas minyak, pasang boneka, dan sekarang tagih utang perang.

 

Mereka bayar triliunan untuk senjata AS-Israel, tapi tak berani lawan Zionis yang rampas Al-Aqsa atau bom Gaza.

Modal perang nol besar! Ini bukti betapa negara-negara GCC hanyalah budak dolar, tak lebih dari ATM berjalan bagi imperium teroris Trump.

 

Dinamika geopolitik kian mencekam. Ketegangan Iran-AS-Israel memuncak, dengan rudal beterbangan dan ancaman nuklir mengintai. Belum ada konfirmasi resmi dari Washington, tapi penolakan GCC soal penggunaan wilayah mereka justru perlihatkan retaknya aliansi.

 

Apakah ini akhir dari “persaudaraan” palsu AS-GCC? Atau para emir Arab akan tetap tunduk, serahkan dompet demi selamat dari kemarahan Trump?

 

Situasi ini jadi pelajaran pahit: negara Arab yang bergantung asing takkan pernah mandiri. Mereka harus bangkit, tolak pemerasan, dan bersatu lawan agresor sungguhan – bukan jadi pion dalam permainan perang abadi Timur Tengah. ( Hari’S).

Views: 58