Berita  

Raja Tipu AS-ISRAEL: Bungkus Teroris Islam, Keruk $238 Miliar Keuntungan Jual Senjata dari Timur Tengah!

Raja Tipu AS-ISRAEL: Bungkus Teroris Islam, Keruk $238 Miliar Keuntungan Jual Senjata dari Timur Tengah!

Medan, Utomo News – Selasa, 24 Maret 2026 | Oleh ; Hasan Basri Siregar, Ketua JWI Deli Serdang.

Dunia menyaksikan drama busuk: Perusahaan raksasa AS “Tipu Sana Tipu Sini” (Tipsani) dan Israel “Olah Sana Olah Sini” (Olsani) meraup untung miliaran dolar dari perang buatan di Timur Tengah. Strategi licik mereka? Membungkus narasi “Islam teroris” sebagai alat propaganda, memicu konflik, lalu menjual senjata seperti kacang goreng panas.

Hasilnya? Keuntungan fantastis yang mengalir deras ke kantong elit militer-industrial complex, sementara umat Islam dijadikan kambing hitam.

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini membongkar tabir dengan fakta tak terbantahkan. Industri militer AS, yang dijuluki “Military-Industrial Complex” oleh Dwight D. Eisenhower, mencatat pendapatan mencapai $877 miliar pada anggaran pertahanan fiskal 2023, menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Dominasi AS di pasar senjata global tak tergoyahkan: 40% ekspor senjata dunia pada 2022–2026, mayoritas didorong narasi “terorisme Islamis” pasca-9/11. SIPRI juga mencatat penjualan senjata AS ke Timur Tengah saja tembus $238 miliar sejak 2018, utamanya ke sekutu seperti Israel dan Arab Saudi—negara yang kini jadi konsumen setia rudal, tank, dan drone pembunuh.

Pengamat Timur Tengah Dr. Mursala menyoroti pola lama ini: “AS dan Israel sudah puluhan tahun memanfaatkan Islam sebagai sampul untuk melumpuhkan musuh-musuhnya, dengan dalih teroris dan ancaman nuklir.” Contoh nyata? Iran, satu-satunya negara yang berdiri tegak meski dihantam sanksi ekonomi Eropa dan AS selama 47 tahun. Teheran tak gentar: Mereka kembangkan rudal balistik hipersonik Sijjil yang mampu menghantam pangkalan militer AS di Teluk Persia, membuktikan ketahanan di tengah intimidasi brutal.

Namun, kritik paling pedas tertuju pada pemimpin Arab Teluk yang spineless. Di mana martabat umat Islam mereka? Mereka bangun menara-minyak megah dari kekayaan rakyat yang “curian”, tapi saat AS dan Israel menggertak, langsung ambruk bagai pasir gurun.

Aliansi mereka dengan “raja teroris” AS-Israel bukan sekadar lemah—ini pengkhianatan total terhadap 1,8 miliar Muslim dunia. Saat konflik Gaza dan Lebanon membara, penjualan senjata melonjak, sementara rakyat Arab Teluk diam seribu bahasa.

Ini bukan kebetulan; ini rekayasa bisnis maut demi profit tak berujung.Data SIPRI semakin mengkhayati: Pada 2023–2025, ekspor senjata AS ke kawasan Teluk naik 20% dibanding periode sebelumnya, didorong eskalasi perang yang mereka pupuk sendiri.

Putin benar—ini bukan pertahanan, tapi industri kematian yang haus darah. Hingga kapan umat Islam akan terjebak dalam jebakan ini? Waktunya bangun, atau selamanya jadi sapi perah senjata Barat.

(Penulis: Hasan Basri Siregar, Ketua JWI Deli Serdang).

Views: 15