Deli Serdang, Sabtu, 1/11/2025).
Dalam momen yang sarat pesan moral dan tegas, Presiden Prabowo Subianto kembali mempertegas sikapnya terhadap praktik korupsi yang membelit pejabat publik di Indonesia. Pada pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan DPR yang berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025, Presiden menyampaikan kata-kata tajam yang menggema di seluruh penjuru tanah air.
“Bersihkan dirimu sebelum dibersihkan dan pasti akan dibersihkan.”Kalimat tersebut bukan sekadar peringatan biasa, melainkan ultimatum bagi seluruh pejabat negara agar segera melakukan introspeksi dan tindakan nyata untuk memberantas korupsi dari dalam diri dan lingkungan kerjanya.
Presiden Prabowo menegaskan, keberanian dan komitmen melawan korupsi adalah syarat mutlak untuk membangun negara yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Dalam pidato tersebut, Presiden juga menyinggung tantangan besar terhadap korupsi di berbagai lapisan birokrasi, BUMN, hingga BUMD, sekaligus mengungkap keberhasilan menyelamatkan sekitar Rp300 triliun anggaran negara yang rawan diselewengkan pada awal 2025 sebagai bukti komitmen dalam pemberantasan korupsi.
Tak hanya Presiden, Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, juga menunjukkan ketegasan dalam menolak praktik korupsi di wilayahnya.
Pada awal Oktober 2025, dalam menanggapi isu terkait dugaan jual beli jabatan dan pungutan liar di pemerintahan daerah, Bupati Asriluddin menegaskan.
“Jangan main-main di era saya.”Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas Bupati Asriluddin untuk tidak memberi tempat bagi korupsi dan praktik kotor lain di Deli Serdang. Ia menginstruksikan aparat pengawas untuk melakukan pemeriksaan khusus dan memastikan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan wewenang yang merugikan masyarakat.
Kritik Pedas Terhadap Pejabat Korupsi yang Merajalela.
Pesan dari Presiden Prabowo dan Bupati Asriluddin menggarisbawahi kenyataan pahit yang masih dihadapi Indonesia: maraknya pejabat yang memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatan publik. Korupsi dianggap sebagai kanker yang menggerogoti dan menghancurkan fondasi pembangunan bangsa serta menghambat pelayanan kepada rakyat.
Ketegasan Presiden Prabowo dan Bupati Asriluddin bukan sekadar retorika semata, melainkan ajakan dan ultimatum bahwa korupsi harus diberantas dari pusat hingga daerah.
Para pejabat yang terbukti berkorupsi harus siap menerima konsekuensi hukum dan sosial yang berat dengan cara yang adil dan tanpa pandang bulu.
Era Baru Penegakan Integritas dan Akuntabilitas.
Pidato dan sikap tegas tersebut mencerminkan tuntutan publik akan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Era yang memberi ruang bagi koruptor berlindung sudah harus berakhir. Pemerintahan Presiden Prabowo bersama kepala daerah seperti Bupati Asriluddin berkomitmen membangun budaya zero tolerance di semua lini pemerintahan.
Pejabat harus segera membersihkan diri, bukan menunggu “dibersihkan” oleh hukum dan tekanan publik. Integritas adalah kunci memperkuat kepercayaan rakyat dan menjamin kelanjutan pembangunan nasional yang adil dan merata. ***.
Views: 32












