Kepala Dusun I hingga Dusun XII bersama Warga, Membersihkan Sampah di Pinggir Jalan Sultan Serdang

 

DELI SERDANG | Sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 15 Tahun 2011 tentang pengolahan sampah dikenakan sanksi pidana 6 (Enam) bulan penjara atau denda Rp50.000.000.-. Dengan peraturan tersebut agar masyarakat desa Buntu Bedimbar dan sekitarnya, agar tidak membuang sampah di areal yang dilarang. Sabtu, (17/5/2025).

Dengan programnya pemerintah Desa Buntu Bedimbar, yang di pimpin oleh kepala desa Mus Muliyadi. Perangkatnya, kepala dusun I hingga kepala dusun XII, bersama warga, dengan tindakan cepat membersihkan sampah yang menumpuk dipinggir jalan sultan serdang tanjung morawa agar tidak berkepanjangan oknum warga membuang sampah di areal tersebut.

Kegiatan membersihkan sampah tersebut, bertujuan untuk menjaga kelestarian keindahan jalan sultan serdang sebagai jalan yang dikenal masyarakat luas, yakni, Simpang Kayu Besar (SKB) Tanjung Morawa, dan jalan tersebut juga menghubungkan ke Bandara Kualanamu.

Kepala Desa Buntu Bedimbar, Mus Muliyadi, ia berharap agar tidak ada lagi oknum warga membuang sampah di sepanjang jalan sultan serdang.

“Saya berterimakasih kepada semua kepala dusun dan juga warga, atas reaksi cepat untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan sultan serdang, marilah kita bersama-sama menjaga desa buntu bedimbar bebas dari sampah, khususnya di jalan lintas bandar kualanamu. Ketika orang luar melihat sampah ini menumpuk, tentunya kita harus malu kalau desa yang kita cintai ini kotor karena sampah, dan kami mohon, berharap kepada oknum warga untuk tidak lagi membuang sampah di areal sepanjang jalan sultan serdang, dan ini juga kami meletakan pos jaga” Ujar kepala desa buntu bedimbar Mus Muliyadi.

Irfan(40) usaha tempel ban, berdomosili bertempat tinggal di gang rotan, yang sebelumnya usaha tempel ban di depan sekolah SD. Dengan inisiatifnya, ia pindah tempat di areal yang sebelumnya menumpuk sampah, ketika ditanyai tvnyaburuh mengatakan “Baru ini saya meletakan usaha tempel ban disini bang, awalnya saya didepan SD, karena ada pos jaga, saya pindah disini lah, kalau ada lampu, saya mau sampai jam 10 malam, biar saya bawa lespeker musik kesini.” Ujar Irfan yang tidak lama lagi istrinya akan melahirkan.

 

 

Reporter: Suprayogi

Views: 3