STM Hulu, Utomo News – Sabtu, 13 Juni 2026
Potensi hortikultura di Kecamatan STM Hulu kini jadi perhatian serius Pemkab Deli Serdang. Topografi perbukitan, tanah andosol, dan iklim sejuknya dinilai “rumah ideal” untuk bawang merah dan cabai. Komoditas ini tidak cuma bernilai ekonomi tinggi, tapi juga bisa jadi jalan keluar penguatan ekonomi warga sekaligus magnet bagi generasi muda terjun ke pertanian.
Hal itu mengemuka dalam Dialog “Menumbuhkembangkan Petani Pemuda Milenial” yang digelar Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan JPKP Delser di Desa Liang Pematang, Jumat 12/6/2026. Hadir Wakil Bupati Lom Suwondo SS dan jajaran Dinas Pertanian.
1. STM Hulu = Kawasan Hortikultura Unggulan
Kepala Dinas Pertanian Delser, Elina Sari, menegaskan STM Hulu punya keunggulan komparatif untuk tanaman hortikultura.
“STM Hulu merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan hortikultura. Ketinggian dan suhu malamnya cocok untuk bawang merah dan cabai. Rasa dan rendemennya bisa lebih bagus dibanding dataran rendah,” ujar Elina Sari di sela dialog.
Menurutnya, untuk mempercepat potensi itu jadi produktivitas, Pemkab Delser sudah menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian, ke kelompok tani di STM Hulu. Bentuknya:
1. Benih & Bibit Bawang Merah: Varietas unggul tahan penyakit untuk peremajaan lahan.
2. Bibit Cabai: Bibit cabai rawit merah dan cabai merah besar yang adaptif di lahan perbukitan.
3. Saprotan Lain: Pupuk, pestisida hayati, dan mulsa plastik untuk efisiensi air dan pengendalian gulma.
“Bantuan ini bukan charity. Ini investasi. Kami dorong kelompok tani pakai teknologi tanam jajar legowo, olah tanah minimum, dan pengairan tetes agar hasil per hektar naik,” tambah Elina.
2. Masalah Klasik Petani: “Panen Raya, Harga Hancur”.
Dialog dengan petani Liang Pematang membongkar 2 PR besar hortikultura: data tanam dan pasar.
Wabup Lom Suwondo menyebut, tanpa data luas tanam dan jadwal panen, Pemkab susah bantu jual. Akibatnya saat panen raya, harga bawang merah/cabai anjlok karena banjir pasokan. Saat paceklik, harga mahal tapi petani Delser tidak dapat untung karena tidak nanam.
“Data itu kunci. Apa yang ditanam, berapa luasnya, kapan panennya harus kita tahu. Kalau data valid, Pemkab bisa ‘jodohkan’ petani dengan pasar modern, hotel, dan pasar induk. Daripada Medan impor bawang dari luar, lebih baik kita serap punya STM Hulu,” tegas Wabup.
3. Jurus Pemkab: “3 Pilar Hortikultura Milenial”.
Untuk menjawab tantangan, Pemkab Delser menyiapkan 3 pilar pendampingan:
Pertama, Pendampingan Teknis Lapangan.
Penyuluh Pertanian Lapangan PPL + UPT Dinas Pertanian akan aktif turun ke kelompok tani. Fokusnya: cara tanam hemat pupuk, pengendalian hama trips/ulat yang sering menyerang cabai, dan pasca panen agar bawang tidak cepat busuk.
Kedua, Pendataan Digital Petani Milenial.
Pemkab gencar mendata petani usia 19-39 tahun lewat program *Petani Milenial*. Datanya: nama, luas lahan, komoditas, dan perkiraan panen. Data ini nantinya jadi “etalase” untuk menghubungkan petani langsung ke buyer tanpa tengkulak.
Ketiga, Jembatan Akses Pasar.
Prinsip Wabup jelas: “Daripada beli dari daerah lain, lebih baik kita beli hasil produksi petani Deli Serdang sendiri”. Pemkab akan fasilitasi kerja sama antara Gapoktan STM Hulu dengan Pasar Induk Lau Cih, ritel modern, dan program Pemenuhan Gizi MBG.
Wakil Ketua JPKP Delser, Pujian Tarigan, menyebut dialog ini langkah awal melahirkan “CEO Kebun” dari kalangan muda STM Hulu. “Pemuda harus lihat pertanian bukan cangkul dan lumpur, tapi agribisnis. Ada data, ada teknologi, ada pasar,” ujarnya.
Pesan untuk Petani & Pemuda STM Hulu.
Elina Sari menutup dengan ajakan: manfaatkan bantuan benih/bibit dari pemerintah, tapi ubah mindset. Jangan tanam “asal tanam”. Tanam pakai data pasar.
“Kalau semua kelompok tani STM Hulu kompak: tanam bawang Januari, cabai Maret, panen bergilir. Harga pasti stabil dan petani untung. Hortikultura itu bisnis, bukan sekadar budaya,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi data + pendampingan + akses pasar, STM Hulu berpeluang jadi “Dataran Tinggi Hortikultura Deli Serdang”. Tinggal petani milenialnya mau ambil peran jadi pahlawan pangan atau tidak.
“Bawang dan cabai STM Hulu bukan cuma sayur. Itu masa depan ekonomi anak muda desa.”
Laporan: Hari’S | Utomo News,
Sumber Infokom Deli Serdang.
Views: 29












