Deli Serdang, Utomo news,Jumat (17/4/2026) – |
Jhon Erwin Tambunan SH menyoroti langkah strategis Kepala Sekolah SMKN 1 Beringin sebagai upaya konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi kompetensi dan kebutuhan industri. Namun, ia menekankan perlunya keseimbangan antara budaya kompetisi dengan nilai kolaborasi, etika profesional, dan penguatan karakter siswa serta guru.
“Langkah inisiatif Kepala Sekolah patut diapresiasi sebagai respons nyata terhadap tuntutan era industri 4.0,” ujar Jhon Erwin Tambunan SH, tokoh masyarakat yang aktif menganalisis isu pendidikan vokasi di wilayah Sumatera Utara, saat dihubungi media ini, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, guru tidak boleh hanya unggul secara teknis, tetapi wajib menjadi teladan integritas dan pembentuk akhlak siswa. “Siswa pun harus diarahkan melampaui prestasi semata; mereka perlu dibekali disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai jati diri lulusan vokasi yang utuh,” tambahnya.
Di sisi lain, Jhon Erwin menggarisbawahi peran masyarakat sebagai mitra konstruktif dengan fungsi kontrol sosial yang objektif. “Kritik harus membangun, berbasis data, bukan sekadar mencari celah kekurangan,” tegasnya.
Sinergi sehat antara sekolah, masyarakat, dan industri diharapkan menjadikan SMKN 1 Beringin sebagai model pendidikan vokasi mandiri, berdaya saing tinggi, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa—tanpa ketergantungan eksternal.
Pendapat ini relevan di tengah dinamika pendidikan vokasi nasional, di mana Kementerian Pendidikan mendorong link and match dengan industri melalui Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan holistik seperti yang disuarakan Jhon Erwin, SMKN 1 Beringin berpotensi menjadi benchmark bagi sekolah vokasi lain di Sumatera Utara. (Hari’S).
Views: 31












