Berita  

Masyarakat Riau Gerebek Sarang Sabu diKomandoi Wanita, Triliun Anggaran BNN Sia-Sia?

 

Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau , Utomo News, 14 April 2026-|

Sungguh memalukan! Saat triliun rupiah anggaran negara mengalir deras untuk perang melawan narkoba, seorang wanita warga biasa di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, justru turun tangan bersama beberapa warga menggerebek sarang sabu. Akun Facebook “Putri Jaya Tani” mengunggah video aksi heroik ini pada Selasa (14/4/2026), menunjukkan lokasi kelima di Sei Tengar Laut yang berhasil dibubarkan warga.

“Hari ini sudah 5 titik kami Brantas,” tulisnya, sambil memperingatkan bandar narkoba: “bagi bandar yg blm kenak demo tunggu giliran klian ya… Jgn klian pikir kami gk tau kalau kmu menjual.” Cuitnya di akun

Aksi ini bukan sekadar demo spontan, melainkan jeritan frustrasi masyarakat terhadap kegagalan aparat.

Dalam unggahannya, Putri Jaya Tani menyoroti munculnya “pemain baru Perempuan dia, gacorrrr ya,” yang kabarnya baru bergabung dalam jaringan peredaran sabu. Ia menyerukan: “Ayok sama’ Kita musnahkan barang haram itu di Kecamatan Pasir Limau Kapas ini, jgn biar kan berkembang biak. Masyarakat Bersatu, Kalau masyarakat kalah, Narkoba Makin Merajalela.”

Video tersebut viral, mencerminkan kemarahan warga yang muak dengan narkoba yang merajalela di pelosok negeri.

Anggaran Raksasa yang Menguap Sia-Sia
Ironisnya, negara ini tak pelit dana untuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada APBN 2025, alokasi untuk penanggulangan narkoba mencapai Rp 6,5 triliun—naik signifikan dari tahun sebelumnya. Kumulatif sejak 2015 hingga 2025, anggaran BNN dan instansi terkait telah menembus puluhan triliun rupiah, termasuk Rp 1,2 triliun untuk operasi lapangan, rehabilitasi, dan pencegahan pada 2024 saja (data Kemenkeu dan BNN).

Namun, hasilnya belum memuaskan: produksi dan peredaran sabu malah melonjak, dengan Riau sebagai salah satu hotspot di Sumatera.

Kritik tajam patut dilontarkan pada pemerintah pusat dan daerah. Di mana uang itu mengalir? Mengapa satgas narkoba yang dibangun dengan biaya fantastis tak mampu sentuh bandar-bandar di Sei Tengar Laut? Warga Pasir Limau Kapas, tanpa anggaran negara, tanpa senjata lengkap, justru unggul telak hari ini.

Ini bukti nyata kegagalan sistemik: korupsi, koordinasi lemah, dan prioritas salah. Pemerintah Prabowo yang berjanji “Indonesia Emas 2045” harus malu—narkoba bukan lagi ancaman tersembunyi, tapi epidemi terbuka yang warga lawan sendiri.

Seruan Warga: Jangan Biarkan Narkoba Berkembang Biak

Aksi warga ini jadi pelajaran pahit. Mereka tak punya helikopter polisi atau laboratorium forensik BNN, tapi semangat gotong royong mengalahkan birokrasi mandek. “Masyarakat Bersatu” bukan slogan kosong, tapi realitas di Rokan Hilir. Jika aparat terus absen, jaringan sabu akan “berkembang biak” lebih ganas, merusak generasi muda Riau yang sudah terpuruk oleh pengangguran dan kemiskinan.

Pemerintah wajib introspeksi: reformasi BNN sekarang juga, audit anggaran transparan, dan dukung swadaya masyarakat. Kalau tidak, aksi seperti di Sei Tengar Laut akan berulang—dan itu bukan kemenangan warga, tapi kekalahan negara. ( Hari’S).

Views: 45