Medan, Utomo News, Selasa,17 Maret 2026-|
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meledakkan bom kritik pedas, menyebut PBB hanyalah boneka tak berdaya di tangan kekuatan Zionis dan imperialis Barat. Dalam pernyataan terbarunya di Markas Besar PBB, Teheran tak lagi sungkan: “Persetan dengan standar ganda kalian!
Kami ditekan karena membalas dendam, tapi dunia pura-pura buta saat Amerika Serikat (AS) dan Israel Zionis menggelindingkan roda agresi mereka lebih dulu ke wilayah kedaulatan kami.”
Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, melainkan tamparan keras bagi badan dunia yang seharusnya jadi penjaga perdamaian, tapi kini jadi alat politik AS-Israel untuk membungkam perlawanan.
Lihat saja kronologi provokasi brutal dari duo penjahat ini. Israel, dibekingi senjata canggih buatan AS, berulang kali melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir dan militer Iran, merusak infrastruktur vital, dan membunuh warga sipil tanpa ampun—semua atas nama “hak bela diri”.
AS, sang raja dunia yang sombong, dan raja Teroris pembohong tak segan kirim drone pembunuh dan dukung operasi rahasia Mossad untuk memicu perang proxy di Timur Tengah. Hasilnya? Iran terpaksa balas dengan rudal presisi, dan tiba-tiba PBB berubah jadi pengadilan kanguru: resolusi darurat mengecam Teheran, sanksi ekonomi mencekik rakyat Iran, sementara serangan AS-Israel dilabeli “operasi anti-teror” yang heroik.
Ini bukan diplomasi, ini drama teater murahan di mana skenario ditulis di Gedung Putih dan Tel Aviv!
Kemunafikan PBB mencapai puncaknya ketika Dewan Keamanan—didominasi veto permanen AS—selalu lindungi anak didiknya. Ingat Gaza? Ribuan nyawa Palestin lenyap di bawah bom Israel, tapi PBB cuma keluarkan pernyataan “prihatin” yang tak bergigi.
Bandingkan dengan Iran: satu respons defensif saja, langsung diganjal embargo dan ancaman invasi.
Dubes Iran benar: PBB bukan lagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi Perserikatan Barat-Barat yang melayani agenda Zionis. Hak bela diri ala Pasal 51 Piagam PBB? Itu cuma hak istimewa untuk AS-Israel, sementara negara seperti Iran dicap “ancaman global” hanya karena berani angkat pedang melawan penjajah.
Iran tak sendirian meradang. Negara-negara Islam dan Global South sudah muak dengan PBB yang gagal total jaga perdamaian.
Diketahui, Duta Besar tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini adalah Amir Saeid Iravani (juga disebut Amir-Saeid Iravani). Ia menjabat posisi ini dan aktif mengkritik berbagai kebijakan PBB terkait konflik regional.
Iravani sering melontarkan kritik keras terhadap “standar ganda” PBB, misalnya pada 11 Maret 2026 ketika menuduh Dewan Keamanan tutup mata atas agresi AS-Israel terhadap Iran, melanggar piagam PBB.
Pada 13 Januari 2026, ia mendesak Sekjen dan DK PBB mengecam AS atas provokasi kekerasan, menyoroti ketidakadilan lembaga tersebut.
Saat AS-Israel terus serang Iran—dari rudal hipersonik hingga sabotase siber—dunia harus sadar: diam ini sama dengan dukung terorisme negara. Teheran tegas, “Kami tak akan toleransi lagi kemunafikan ini!” Saatnya PBB reformasi atau bubar, sebelum jadi penutup mata bagi kejahatan perang selamanya. (*).
Views: 32












