Berita  

Kesombongan: Penghalang Terbesar Menuju Surga, Bahkan Bagi Pelaku Amal Saleh. Oleh ; Hasan Basri Siregar ketua JWI Deli Serdang.

 

Deliserdang, Utomo News, Jum’at, 27 februari 2026 -|

 

Dalam kehidupan beragama, kesombongan (takabur) sering kali menjadi musuh tersembunyi yang merusak segala amal ibadah. Sekalipun seorang hamba yang menegakkan rukun Islam sempurna, mengucapkan dua kalimasahadat ,sholat lima waktu, puasa Ramadhan, zakat, haji, namun hatinya dipenuhi kesombongan jangankan masuk surga, aroma surga pun tak terciumnya !!!.

 

Al-Qur’an dengan tegas memperingatkan: orang seperti itu tidak akan mencium bau surga, sekalipun amalnya tampak luar biasa.Dalil utama terdapat dalam hadits shahih riwayat Muslim (no. 91) dari Abu Hurairah RA: “Tidak akan masuk surga siapa pun yang di dalam hatinya seberat biji sawar (zarrah) kesombongan.”

 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, seseorang pasti menyukai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.”

 

Ini menegaskan bahwa kesombongan bukan sekadar gaya hidup mewah, melainkan sikap hati yang merasa lebih tinggi dari orang lain dan menolak hidayah.

 

Contoh nyata dari sejarah adalah kisah Iblis, yang menjadi pelajaran abadi. Ia beribadah ratusan ribu tahun di surga, taat kepada Allah SWT. Namun, saat diperintah sujud kepada Adam AS, kesombongannya meledak.

 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 34: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan sombong serta termasuk golongan yang kafir.”

 

Lalu di ayat 11 Surah Al-A’raf: “Ia (Iblis) berkata: ‘Aku lebih baik daripadamu, karena Engkau menciptakanku dari api, sedang Adam Engkau ciptakan dari tanah.’” Akibatnya, Iblis diusir dari surga (QS. Al-Hijr: 34-35), meski ibadahnya panjang.

 

Ini ikhtiar Iblis pertama: kesombongan menghancurkan segalanya.Hadits lain dari Imam Ahmad (no. 6902, hasan) meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak memandang wajah-wajah kalian dan harta kalian, tetapi Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian.”

 

Untuk diketahui, sombong didefinisikan sebagai sikap menghargai diri sendiri secara berlebihan, merasa lebih unggul daripada orang lain, sering disertai sikap congkak atau pongah.Dalam konteks Islam, sombong adalah perilaku memuji dan mengagungkan diri sendiri sambil merendahkan orang lain, yang dilarang keras karena dapat menghalangi masuk surga.

 

Contoh Sombong sering digambarkan dalam peribahasa seperti “belalang hendak menjadi elang”, melambangkan orang hina yang tiba-tiba sombong setelah beroleh kekayaan.

 

Kesombongan merusak hati, membuat amal jadi sia-sia. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 36: “Dan sembahlah Allah serta janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.”

 

Di sini, sikap rendah hati adalah kunci. Pesan bagi kita hari ini: Periksa hati sebelum amal. Jangan biarkan kesombongan merampas surga, seperti yang menimpa Iblis. Rendahkan diri, terima kebenaran, dan cintai sesama. Surga bukan milik yang paling banyak ibadah, tapi yang paling ikhlas dan tunduk patuh atas ketentuan Allah SWT. (*)-.

Views: 12