Simeulue, Aceh , Utomo News , Jum’at,20 Februari 2026 – |
Tragedi mengerikan menewaskan seorang ibu rumah tangga bernama Jusmitawati (36), warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam (Teupah Selatan), Kabupaten Simeulue, Aceh. Kejadian bermula Minggu (15/2) sekitar pukul 11.00 WIB saat korban, yang sudah berkeluarga dan dikenal sebagai pencari nafkah keluarga melalui berburu kerang, sedang mencari lokan (kerang) bersama dua rekannya di perairan dangkal Sungai Luan Boya – muara yang langsung mengarah ke Samudra Hindia.
Saksi mata menceritakan, Jusmitawati tiba-tiba hilang dari pandangan teman-temannya yang sedang asyik mencari kerang di sungai yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
“Kami panggil-panggil, tapi tak ada jawaban. Panik, kami lari ke desa minta tolong,” ujar salah satu rekan korban. Tak lama, ratusan warga berbondong-bondong ke lokasi dan menyaksikan horor: buaya muara (Crocodylus porosus) sepanjang sekitar 4 meter muncul ke permukaan sambil menggigit korban yang masih meronta.
Video amatir yang viral menunjukkan warga histeris melempar bambu, parang, dan jaring ikan, tapi buaya ganas itu langsung menyelam sambil mengoyak mangsanya.
Upaya heroik berlangsung hampir dua jam melibatkan warga, BPBD Simeulue, TNI, dan Polri. Akhirnya, buaya tersebut berhasil diburu, digiring ke daratan, dan dibunuh dengan tombak serta jaring khusus.
Saat perut reptil raksasa itu dibedah di tepi sungai, ditemukan bagian tubuh Jusmitawati yang tragis: kepala, kedua tangan, serta potongan anggota badan lainnya – sisanya diduga sudah tercerna. Kondisi jasad tak utuh ini meninggalkan duka mendalam bagi suami dan anak-anaknya, yang kehilangan tulang punggung keluarga.
Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra SSTP, membenarkan ini sebagai serangan buaya pertama yang fatal di Simeulue. “Korban sering ke sungai ini untuk cari kerang. Kami sudah koordinasi dengan BKSDA Aceh untuk tangkap buaya liar lain,” katanya.
Data BKSDA Aceh mencatat, 2023-2025 ada 15 insiden serangan buaya di perairan Aceh dengan 7 korban jiwa, terutama di muara sungai musim hujan. Sungai Luan Boya kini dipasang peringatan: larangan mendekat sore hari.
Keluarga mengubur sisa jenazah Jusmitawati keesokan harinya di pemakaman desa, diiringi doa warga yang trauma. Polisi klasifikasikan sebagai kecelakaan alam, tapi tekankan edukasi bahaya satwa liar bagi pencari kerang seperti korban yang sudah berkeluarga. (*).
Reporter ; Hasan Basri Siregar
Views: 33












