Deliserdang, Utomo News, Senin 9 februari 2026 – |
Bayangkan rumah tangga sebagai benteng iman terkuat, tempat generasi dibentuk dan rahmat Allah turun deras. Tapi justru itulah yang dijadikan sasaran empuk oleh iblis, musuh abadi umat manusia. Ia bukan menyerang dengan pedang, melainkan dengan bisikan halus seperti ular yang melilit pohon surga.
Rasulullah ﷺ menggambarkannya jelas: “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar fitnahnya” (HR. Muslim). Bala tentara ini? Mereka ahli merusak dari akar, karena iblis tahu: satu keluarga hancur, ribuan generasi ikut ambruk.
Hadits lain menegaskan kegembiraannya: iblis sangat senang jika berhasil memisahkan suami-istri (HR. Muslim). Mari kita bedah tipu daya liciknya, langkah demi langkah, agar Anda tak jadi korban.
1. Serangan Pertama: Bisikan Sepele yang Jadi Bom Waktu
Iblis tak pernah gegabah. Ia mulai dari retakan kecil, seperti tetes air yang perlahan bolongkan batu. Nada bicara meninggi saat lelah, perasaan “tidak dihargai” muncul entah dari mana, atau membandingkan pasangan dengan “rumah tetangga yang lebih romantis”. Allah SWT sudah memperingatkan: “Sesungguhnya setan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu” (QS. Al-Ma’idah: 91).
Awalnya hanya kesal biasa, lalu diam-diaman, berubah dingin, jarak tercipta, hingga benci meledak. Tipu dayanya setan,? Membuat hal remeh terasa seperti pengkhianatan besar, sehingga suami-istri saling tuduh tanpa sadar sudah masuk jebakannya.
2. Racun Kedua: Hilangkan Syukur, Tanam Tuntutan Tak Berujung
Seperti pencuri di malam buta, iblis membutakan mata hati agar lupa nikmat. Kebaikan pasangan yang dulu bikin bahagia kini terlupakan; mata hanya tertuju kekurangan: “Kenapa dia tak seperti suami orang?” atau “Harta kita selalu kurang!” Padahal Allah janjikan: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim: 7).
Strategi setan ini ampuh karena rumah tangga tak runtuh gara-gara kemiskinan, tapi syukur yang lenyap. Ia ubah ikatan suci jadi arena tuntutan egois, di mana setiap hari terasa kekurangan, meski limpahan nikmat sudah di depan mata.
3. Pukulan Ketiga: Emosi Menggantikan Akal, Marah Jadi Tuan Rumah
Saat amarah menyala, iblis datang paling dekat, seperti serigala lapar di kegelapan. Ia bisik: “Balas dendam! Jangan kalah! Harga dirimu diinjak!” Rasulullah ﷺ tegas: “Marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api” (HR. Abu Dawud). Banyak rumah tangga hancur bukan karena gunung masalah, tapi satu kata kasar yang dilempar saat panas, lalu tak ditarik kembali. Tipu daya di sini? Membuat emosi naik tak terkendali, akal terkapar, hingga pertengkaran kecil jadi medan perang yang tak berujung.
4. Penghalang Keempat: Sibukkan dari Doa dan Ibadah, Buat Rumah “Mati”
Iblis gemetar melihat rumah dengan shalat berjamaah, doa suami-istri bergandengan, atau lantunan Al-Qur’an. Maka ia sibukkan dengan gawai tak berujung, lelah kerja, atau alasan “besok saja”. Allah peringatkan: “Barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit” (QS. Thaha: 124).
Rumah tanpa zikir terasa sempit meski mewah; tipu dayanya setan , ubah ibadah jadi “beban”, sehingga setan bebas berpesta tanpa hambatan.
5. Jebakan Kelima: Tanam Curiga, Ubah Cinta Jadi Pengadilan
Kepercayaan adalah pondasi rumah tangga, dan iblis tahu cara merobohkannya. Ia giring prasangka: “Dia pasti selingkuh, lihat HP-nya!” atau besarkan dugaan kecil jadi skandal besar. Hati gelisah, tidur tak nyenyak. Allah waspadai: “Wahai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka” (QS. Al-Hujurat: 12). Sekali bisikan ini dipercaya, cinta berubah musuh, rumah jadi pengadilan—puncak kemenangan setan sebelum talak.
6. Klimaks Perang: Pisahkan Suami-Istri, Rayakan Kemenangan
Misi utama iblis: Bercerai. Saat talak jatuh karena amarah, ego, dan bisikan halus, ia tertawa puas. Rasulullah ﷺ ungkap: “Iblis sangat gembira jika berhasil memisahkan suami dan istrinya” (HR. Muslim). Generasi rusak, iman retak—itulah trofi perangnya.
Benteng Penyelamat: Lindungi Rumah Tangga dari Serangan Setan
Jangan pasrah! Jadikan setan musuh seperti perintah Allah: “Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh” (QS. Fathir: 6).
Perbanyak doa bersama setiap pagi-malam.Jaga shalat tepat waktu, utamakan berjamaah.Biasakan minta maaf sebelum mata terpejam.Jangan tidur dalam marah—matikan api setan.Hadirkan Al-Qur’an: bacalah bersama, biar rumah penuh cahaya. Dengan kewaspadaan ini, rumah tangga Anda bukan sasaran, tapi benteng tak tertembus! ***
(Hasan Basri Siregar ketua JWI Deli Serdang).
Views: 27













