Palas, Pekanbaru, Utomo News, Minggu 25 Januari 2026 – |
Di tengah pergulatan kumite dan raungan kiai yang menggema di dojo, dunia bela diri Tako Indonesia kembali menorehkan semangat juang. Ketua Dewan Guru Tako Indonesia, Ependi Sirait, menyampaikan ucapan selamat dan doa sukses untuk para karateka muda SMU Palas Pekanbaru, Riau, yang tengah mengasah ketajaman bela diri mereka di Dojo.
Pesan penuh makna ini disampaikan pada Minggu (18/1) lalu, seolah menjadi pukulan semangat yang menggetarkan jiwa setiap petarung. Bukan sekadar selamat biasa, ucapan Ependi Sirait menekankan filosofi inti karate-do Tako: menuju karateka yang perkasa, rendah hati, luhur budi, dan atlet berprestasi.
Dalam bela diri, kekuatan fisik hanyalah permulaan. Seorang karateka Tako harus seperti harimau gunung – ganas di medan tempur, tapi tenang dan bijak di luar ring. Latihan Karate di Dojo SMU Palas ini bukan hanya soal teknik pukulan mawashi-geri atau tendangan yoko-geri yang mematikan, melainkan pembentukan karakter.
Mereka diajarkan untuk mengendalikan nafsu amarah, menjunjung sportivitas, dan membangun disiplin baja yang menjadikan mereka tak terkalahkan, baik di tatami maupun di kehidupan sehari-hari.
Bayangkan: puluhan siswa SMU Palas, dengan pakaian Karate gi putih berkeringat, berbaris sempurna di bawah bimbingan sensei. Setiap gerakan dojo bukan hanya latihan otot, tapi juga pemolesan jiwa.
Ependi Sirait, sebagai pemimpin Dewan Guru yang berpengalaman panjang di dunia Tako Indonesia, melihat potensi emas di generasi muda Riau ini. “Sukses latihan mereka adalah investasi bagi bela diri nasional,” katanya dalam pesan resminya.
Ini mengingatkan kita pada esensi karate ala Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan: “Karate ni sente nashi” – karate bukan untuk memulai perkelahian, tapi untuk perdamaian batin, yang dilengkapi dengan ajaran Guru Besar Tako Syahrun Isa dan Jamin Purba, tegas ketua Dewan Guru Tako Indonesia, Ependi Sirait Dan Vll.
Dengan dukungan seperti ini, karateka SMU Palas tak hanya mengejar medali di kejuaraan regional atau nasional, tapi juga membentuk generasi petarung yang luhur.
Mereka akan menjadi panutan: perkasa di kumite, rendah hati saat kalah, dan berbudi pekerti saat menang. Osh! Semangat Tako-do terus bergemuruh, membawa Riau ke puncak bela diri Indonesia, Pungkasnya. ( Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).
Views: 89










