Padang, Pesisir Selatan – Eksklusif Utomo news, Selasa 9 Desember 2025). |
Di tengah amukan banjir bandang dahsyat yang menyapu Sumatera Barat akhir November 2025, Jembatan Akar ikonik di Nagari Puluik-Puluik, Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi saksi bisu ketangguhan alam hidup melawan kekuatan jembatan buatan manusia buatan.
Sementara puluhan jembatan beton modern di Pesisir Selatan, Aceh Tenggara, Sumatera Utara hancur lebur tersapu arus banjir , sementara Sungai Batang Bayang, jembatan organik berusia 135 tahun ini tetap berdiri kokoh, hanya mengalami kerusakan ringan yang justru memperkuat narasi superioritas kearifan loka.
Jembatan akar dibangun pada 1890 oleh ulama Pakiah Sokan melalui proses merajut akar pohon beringin selama 26 tahun, Jembatan Akar sepanjang 25 meter ini telah terbukti tahan bencana sejak banjir 2017.
Banjir 2025 yang dimulai 27 November menggerus fondasi beton di sekitarnya—menyebabkan jalan provinsi putus massal dan ribuan hektar sawah tenggelam—namun akar hidupnya tumbuh lebih erat, menahan tekanan air setinggi 10 meter.
Video viral di media sosial per 28-30 November menunjukkan struktur utama utuh, kontras dengan jembatan beton di Aceh Suka Makmur yang roboh total hanya dalam hitungan jam.
Alam Lebih Pintar dari Beton Modern
“jembatan akar selamat, beton luluh lantak” mendominasi liputan media online, dari Facebook Pesisir Selatan hingga Instagram lokal, dengan update terkini per 6 Desember mengonfirmasi akses wisata ditutup sementara untuk perkuatan kawat baja tambahan, bukan karena roboh.
Fenomena ini bukan kebetulan: akar beringin yang fleksibel dan regeneratif selaras dengan dinamika sungai, beda dengan beton kaku yang retak saat fondasi tergoyah.
Pemda Pesisir Selatan kini pantau restorasi berkelanjutan, berpotensi jadikan situs UNESCO heritage alam-budaya .
Kisah Jembatan Akar ini viral sebagai pelajaran berharga di era perubahan iklim: infrastruktur tradisional organik tawarkan solusi adaptif saat rekayasa modern gagal.
Wisatawan disarankan tunggu update resmi sebelum kunjungi, sementara warga andalkan jembatan permanen alternatif 50 meter di dekatnya.
(Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo news Deli Serdang).
Views: 18











