Aceh Besar, (Utomo news, Senin,8 Desember 2025) |
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hari Minggu (7/12) turun langsung memimpin rapat terbatas khusus di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Kunjungan kerja ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memastikan penanganan bencana yang terintegrasi dan efektif di wilayah yang baru-baru ini terdampak.
Dalam arahan langsungnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci utama untuk memastikan keselamatan dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
“Kita harus bergerak cepat dengan koordinasi yang solid agar bantuan sampai tepat sasaran dan kehidupan masyarakat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” tegasnya.
Presiden menekankan pentingnya operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah agar distribusi bantuan dapat diperkuat, keamanan wilayah tetap terjaga, dan konektivitas antardaerah yang terputus akibat bencana segera dipulihkan.
Tidak hanya itu, aspek pembangunan kembali rumah warga yang rusak menjadi prioritas utama dalam program pemulihan pascabencana yang akan dikerjakan secara bertahap dan berkelanjutan.
Meski masih menghadapi tantangan berat, terutama kondisi alam yang tidak menentu, pemerintah yakin langkah penanganan ini tetap dapat dilaksanakan dengan manajemen yang terukur.
Presiden juga memberi perhatian khusus pada penyaluran bantuan agar dikelola dengan cermat, terutama kebutuhan obat-obatan yang harus segera tersedia di lapangan untuk menangani korban.
Selain kebutuhan dasar, Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif, termasuk dalam penyediaan pakaian layak pakai melalui donasi, yang dipandang sebagai kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.
Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap tahapan penanganan dan pemulihan bencana.
“Integritas dan transparansi menjadi landasan agar bantuan dan proses pemulihan dapat diterima dan dirasakan manfaatnya secara merata,” ujarnya.
Rapat terbatas ini dihadiri oleh para pejabat tinggi TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta gubernur Aceh Muzakir Manaf. Presiden menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi seluruh pihak, menilai kebersamaan ini sebagai kekuatan utama yang mempercepat kerja pemulihan dan menguatkan harapan masyarakat setempat.
Kehadiran Presiden Prabowo pribadi ke Aceh sekaligus mengirimkan pesan kuat bahwa penanganan bencana oleh pemerintah adalah prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari tingkat tertinggi pemerintahan. (Sumber, catatan Seskab RI).
Reporter:Hasan Basri Siregar.
Views: 6











