Banjir Menyatukan Nusantara: Solidaritas Antar Suku Pererat Persaudaraan di Tengah Derita. Oleh; Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang.

Deli Serdang, (Utomo news, Sabtu, 6/12/2025). |

Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak akhir November 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu gelombang solidaritas lintas suku di Indonesia.

Di tengah lumpur dan air bah, suku Sunda, Jawa, Banjar, serta masyarakat Sulawesi saling bergerak membantu, memperkuat ikatan emosional yang sebelumnya terpisah oleh jarak dan budaya.

Solidaritas Sunda ke Minangkabau

Suku Sunda dari Jawa Barat, dikenal dengan budaya guyub rukun dan gotong royong desa, diwakili Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi yang tiba di Padang pada 4 Desember 2025.

Ia menyerahkan bantuan Rp7 miliar dari sumbangan pribadi, swasta, dan Pemprov Jabar, termasuk memborong 1.000 bungkus rendang UMKM lokal untuk korban. Kang Dedi menyatakan, “Semoga masyarakat Sumbar bisa tabah dalam menerima cobaan. Di balik kesusahan pasti ada kemudahan.”

Kontribusi Jawa untuk Aceh

Suku Jawa, mayoritas dengan tradisi kebersamaan seperti arisan dan sedekah, diwakili Titiek Soeharto (Siti Hediati Hariyadi) yang meninjau pengungsian di Pidie Jaya, Aceh, pada 29 November 2025.

Bersama putranya Didit Prabowo, ia berbincang langsung dengan warga, memastikan logistik dan trauma healing anak-anak. Titiek berpesan, “Sabar ya, Insyaallah kami akan bantu,” sambil menahan tangis melihat rumah-rumah rata tanah.

Banjar-Sulawesi Bantu Batak-Melayu

Suku Banjar dari Kalimantan Selatan, keturunan campuran Dayak dan Melayu dengan nilai keterbukaan dagang sejarah, bersama masyarakat Sulawesi yang toleran, mengirim bantuan ke suku Batak dan Melayu di Sumatera Utara , Sibolga serta Riau.

Inisiatif ini bagian dari gelombang nasional yang digalang Lazismu dan BNPB, menekankan “One Muhammadiyah One Response”. Muhajir, perwakilan Banjar, menegaskan, “Kerjasama ini tentang empati dan menghormati budaya berbeda.”

Foto dokumentasi Kang Dedi di Padang saat memborong rendang untuk korban ; Titiek Soeharto berbincang dengan pengungsi Aceh . Hikmah banjir ini: musibah mengikis batas suku, lahirkan Indonesia lebih bersatu.  ***.

Views: 13