Manusia Punya Kendala, Tuhan Punya Kendali. Manusia Berencana, Tuhan Menentukan. Oleh; Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang.

Deliserdang, (Utomo news, Kamis, 27/11/2025, )  |

 

Sebagai manusia, kita tidak pernah terlepas dari berbagai kendala dalam menjalani kehidupan. Namun, Al-Qur’an dan hadis mengingatkan kita bahwa meski manusia punya banyak rencana, sebenarnya Tuhanlah yang mengendalikan segala sesuatu dengan kehendak-Nya.

 

Dalam Surat Al-Insan ayat 3, Allah berfirman bahwa Dia menciptakan manusia dalam keadaan bersusah payah (QS. Al-Balad: 4), yang menunjukkan bahwa ujian dan hambatan kehidupan adalah bagian dari ketetapan Tuhan untuk menguji kesabaran dan keteguhan hati hamba-Nya.

 

Rasulullah SAW menegaskan pentingnya berikhtiar sekaligus berserah diri dalam sabdanya yang bermakna bahwa manusia boleh merencanakan, tetapi Allah-lah yang memberi keputusan dan menetapkan hasil terbaik (HR. Abu Dawud).

 

Syaikh Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa tidak semua rencana manusia terlaksana karena Allah menguji kesabaran hamba dengan menghalangi rencana tersebut, yang sesungguhnya adalah demi kebaikan yang tidak diketahui manusia.

 

Tugas manusia hanya cukup mengangkat tangan dalam doa, memohon pertolongan dan keberkahan atas segala usaha yang telah dikerjakan. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah untuk selalu berdoa dan mengerjakan amal saleh berdasarkan doa tersebut, karena keduanya adalah amalan yang saling melengkapi.

 

Kita berdoa agar Allah memberikan kemampuan dan hasil terbaik, sekaligus bekerja dengan sungguh-sungguh sebagai wujud amanah yang Allah berikan.

 

Keikhlasan dalam menerima ketentuan Tuhan sekaligus berikhtiar tanpa putus asa itulah yang menjadi inti ketakwaan dan menumbuhkan rasa tawakal yang sesungguhnya. Dengan begitu, kita percaya bahwa apapun hasil yang terjadi adalah yang terbaik dari Allah SWT, dan semoga menjadi jalan kita mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

 

Prinsip “Manusia punya kendala, Tuhan punya kendali. Manusia punya rencana, Tuhan punya ketentuan” mengajak kita untuk hidup dengan perspektif iman yang kuat, berbalut harapan dan kesabaran, sambil tetap aktif berusaha dan berdoa sesuai tuntunan agama. ***.

Views: 57