“Jangan Jadi Budak Kebiasaan: Pelajaran Hidup dari Ali bin Abi Thalib untuk Mengatasi Rutinitas yang Membelenggu”. Oleh; Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang.

 

Deliserdang, (Utomo news, Senin,17/11/2025). |

Pesan bijak dari Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi Muhammad Saw kali ini, “Janganlah kamu menjadi budak kebiasaan, karena kebiasaan itu akan menjadi agama bagimu,” tetap relevan hingga kini dan menjadi refleksi penting untuk memasuki era modern yang penuh dinamika.

Pernyataan ini mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam pola perilaku yang berulang tanpa kesadaran, karena kebiasaan yang mendominasi bisa membatasi kebebasan berpikir dan merugikan perkembangan diri.

Secara psikologis, kebiasaan adalah pola perilaku yang terbentuk akibat pengulangan dan sering terjadi secara otomatis. Menurut ilmu psikologi, otomatisasi kebiasaan membantu menghemat energi otak, tapi di sisi lain kebiasaan yang sudah mengakar cenderung sulit diubah tanpa kesadaran dan kemauan yang kuat.

Jika kebiasaan tersebut negatif atau kurang produktif, individu bisa terjebak dalam rutinitas yang menghambat kreativitas dan adaptasi terhadap perubahan.

Contoh Kasus, Misalnya, dalam dunia kerja, seorang karyawan yang terbiasa menyelesaikan tugas dengan cara lama padahal ada metode baru yang lebih efisien mungkin akan kehilangan kesempatan untuk berkembang dan memberikan hasil maksimal.

Kebiasaan lama yang otomatis dijalankan tanpa evaluasi justru menjadi “agama” yang tak bisa diganggu gugat, meskipun situasi menuntut perubahan.

Pendekatan Kritis : Dari sisi psikologi kognitif, kebiasaan bisa menjadi stimulus-respons yang mengikat pikiran, sehingga menyebabkan seseorang kehilangan fleksibilitas mental. Studi menunjukkan bahwa kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan (prokrastinasi) atau pola hidup tidak sehat bisa memperkuat jaringan saraf tertentu, membuat perubahan menjadi tantangan besar.

Namun, dengan kesadaran diri (self-awareness) dan refleksi, manusia dapat mengintervensi kebiasaan tersebut. Teknik seperti mindfulness dan pelatihan ulang (habit reversal training) dapat membantu individu mengenali pola kebiasaan dan menggantinya dengan yang lebih positif.

Ali bin Abi Thalib, dengan kata-katanya yang sederhana namun bermakna, mengajak kita untuk tidak menjadi “hamba” kebiasaan yang membelenggu, melainkan menjadi pengendali kebiasaan, memilih mana yang memperkuat dan mana yang perlu ditinggalkan.

Pesan ini sangat penting di masa kini, di mana perubahan cepat menuntut adaptasi dan inovasi. Mengikuti kebiasaan tanpa evaluasi bisa membuat seseorang atau organisasi tertinggal.

Sebaliknya, membentuk kebiasaan baru yang produktif menjadi kunci keberhasilan dan keseimbangan hidup. ***.

Views: 10