Jakarta, Utomo news Selasa (4/11/2025). |
Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas meminta masyarakat dan semua pihak untuk tidak mempermasalahkan utang yang membelit proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB), yang dikenal dengan nama Whoosh.
Ia menegaskan bahwa persoalan utang tersebut sudah dipelajari secara mendalam dan menjadi tanggung jawabnya untuk diselesaikan.
Pernyataan ini disampaikan saat Presiden memberikan pidato dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
“Saya sudah mempelajari seluruh aspek proyek ini, termasuk utang yang menjeratnya, dan saya bertanggung jawab penuh untuk menuntaskan permasalahan ini,” ujar Prabowo.
Ia meminta agar seluruh pihak tidak perlu memperkeruh situasi dengan debat yang tidak produktif.Proyek KCJB ini memiliki nilai investasi sekitar Rp110 triliun dengan dukungan pendanaan sebagian besar berasal dari pinjaman luar negeri, terutama dari China Development Bank (CDB).
Sampai akhir 2024, utang pemerintah dan BUMN yang terkait proyek ini tercatat mencapai Rp45 triliun, menurut data Kementerian Keuangan. Utang ini digunakan untuk pembiayaan tahap konstruksi dan pembelian teknologi kereta cepat.
Meski kendala utang cukup besar, pemerintah tetap memastikan kelanjutan proyek sebagai prioritas utama.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini akan membuka akses transportasi modern yang berkecepatan tinggi antara Jakarta dan Bandung, mempersingkat waktu perjalanan dari sekitar 3 jam menjadi kurang dari 45 menit.
Ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan menarik investasi baru.Kementerian Perhubungan menyatakan, hingga Oktober 2025, progres fisik proyek KCJB sudah mencapai 70%, dengan target operasional komersial pada akhir 2026.
Perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu meski dihadapkan pada persoalan pembiayaan.
Dalam pidato peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Presiden Prabowo mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk mendukung dan mengawal pembangunan KCJB tanpa memunculkan kegaduhan terkait utang.
“Mari kita fokus kerja nyata dan bersama-sama menyukseskan proyek strategis nasional ini demi kemajuan bangsa,” tuturnya. (Hari’S KA Biro Utomo news Deli Serdang).
Views: 29












