Kepri,Utomo news,(Kamis 30/10/2025)|
Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi lokasi operasi sukses TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Pada 28 Oktober 2025, sebuah kapal ikan berbendera Thailand berhasil diamankan setelah ditemukan membawa 1,9 ton heroin, dengan nilai pasar diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.
Lima anak buah kapal (ABK) dari kapal tersebut kini telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Andi Susanto, menyatakan, “Penangkapan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia sekaligus memberantas peredaran narkoba yang mengancam moral dan masa depan generasi bangsa.
Kami akan terus mengintensifkan patroli dan kerja sama dengan instansi terkait untuk memutus rantai narkoba dari jalur laut.”Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2024, Indonesia mengalami kenaikan penyalahgunaan narkoba hingga 15% per tahun, dengan korban terbanyak dari kalangan usia muda.
Heroin yang diselundupkan melalui jalur laut sangat berbahaya karena dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa. Demikian cuitan dari seorang netizen bernama Cassanova Jaguar mengungkapkan kekhawatirannya.
“Astaghfirullah, kalau kapal ini tidak ketahuan dan tertangkap, tentu akan membuat masa depan generasi anak bangsa hancur.” komennya di akun Threaads Kamis (30/10).
Secara hukum, penegakan tindak pidana narkoba di wilayah perairan Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 113 UU Narkotika menegaskan bahwa setiap orang yang tanpa hak mengimpor, mengekspor, memproduksi, mengedarkan, atau memiliki narkotika dapat dikenai pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati, serta denda maksimal Rp 10 miliar.
Penangkapan kapal ini merupakan sinyal positif yang memperlihatkan kerja sama antar lembaga penegak hukum di laut, termasuk TNI AL, BNN, dan Kepolisian, yang sudah berkoordinasi untuk mengungkap jaringan sindikat internasional. (Hari’S)
Reporter : Hasan Basri Siregar.
Views: 19













