Prabowo Ledek Koruptor: “No More Impossible!” Rp13,2 Triliun Duit Korupsi Kembali ke Rakyat

 

Jakarta, Minggu 26 Oktober 2025 |

Dalam momentum bersejarah, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara dari korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) sebesar Rp13,2 triliun di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Ini bukan sekadar uang, tapi simbol kemenangan melawan korupsi besar yang telah merampok rakyat bertahun-tahun.

 

Prabowo dengan nada lantang menegaskan, “Tidak ada kasus korupsi yang tidak bisa kita selidiki. Era ‘no more impossible’ telah tiba!” Ia menegur para koruptor, pejabat dan pengusaha lemah iman yang mengorbankan bangsa demi keuntungan pribadi.

 

“Uang itu adalah harta haram, yang ujungnya membawa penderitaan bagi pelaku dan keluarganya,” katanya pedas.

 

Kasus korupsi ini melibatkan tiga raksasa sawit, Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group, yang menyebabkan kerugian negara Rp17,7 triliun. Kejaksaan Agung baru menerima penyerahan Rp13,2 triliun, sisanya masih dikejar dengan tegas oleh pemerintah, Ungkap presiden Prabowo 20 Oktober 2025 lalu dijakarta.

 

Para pelaku diduga melakukan manipulasi data ekspor, mengganti CPO yang terkena pajak dengan limbah POME yang tarifnya jauh lebih rendah. Praktik curang ini membuat harga minyak goreng melonjak dan merugikan jutaan konsumen Indonesia.

 

Namun Prabowo tidak tinggal diam. Ia memuji kerja keras Kejaksaan Agung yang gigih mengusut kasus ini dan mengembalikan uang yang dirampas ke kas negara. “Kita akan tempuh semua jalan hukum untuk mengejar sisa utang itu sampai ke harta pribadi mereka,” tegasnya.

 

Uang hasil sitaan ini akan langsung dialokasikan untuk kepentingan rakyat, seperti renovasi 8.000 sekolah, pembangunan desa nelayan, serta peningkatan layanan kesehatan dan infrastruktur di daerah tertinggal.

 

Pidato Prabowo tidak hanya soal angka, tapi juga tentang memperkuat integritas dan keadilan ekonomi. Ia mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi agar pemberantasan korupsi berjalan transparan dan tanpa kompromi.

 

“Korupsi sudah selesai dan kita serius. Pemerintahan ini hadir untuk rakyat, bukan untuk koruptor,” ujarnya mengakhiri pidato penuh semangat yang didengar ribuan hadirin.Ini adalah bukti komitmen nyata pemerintahan Prabowo yang selama 9 bulan memimpin telah membongkar setidaknya 16 kasus korupsi besar dan menyelamatkan uang negara hingga Rp320,4 triliun.

 

Indonesia kini berdiri di persimpangan sejarah: pilih bersih bebas korupsi, atau terus tenggelam bersama para pelaku kejahatan ekonomi. Dengan pidato dan aksi seperti ini, harapan untuk masa depan bangsa bersih dan makmur semakin nyata. *

(Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).

Views: 32