Jakarta, (Jum’at,24/10/2025) |
Dalam pengantar sidang kabinet paripurna terbaru, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah pesan sederhana namun sarat makna, “We do what we can do.” Ungkapan ini, yang dapat diartikan sebagai berikut, (“Kita lakukan apa yang kita bisa,”) bukan hanya sekadar kalimat pengantar formal. Ini adalah panggilan moral yang mendalam untuk setiap elemen pemerintahan dan masyarakat agar bergerak dalam koridor kemampuan nyata mereka—tidak berlebihan, tetapi pasti.
Presiden menguatkan pesan ini dengan pernyataan yang sangat konkret: “If you can’t help ten people, help one person. And if you can’t even help one person, don’t make their life harder.” Bahasa yang lugas ini menggugah kesadaran kolektif bahwa membantu sesama tidak harus dengan ukuran besar dan spektakuler. Bantuan sekecil apapun bernilai jika diberikan dengan ikhlas. Sebaliknya, jika tidak mampu membantu, jangan malah memperberat keadaan orang lain.
Dalam ranah pendidikan, pesan ini menjadi blueprint etis yang sangat relevan. Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter yang menginternalisasi nilai-nilai empati dan solidaritas.
Pesan Presiden Prabowo ini menuntut agar kurikulum dan pendekatan pendidikan mengajarkan anak-anak bangsa untuk memahami batas kemampuan diri, namun tetap terdorong membantu sesama sesuai kapasitas.
Secara sosial-politik, pesan tersebut harus menjadi pijakan kebijakan publik yang humanis. Pemerintah dan lembaga publik diperintahkan untuk realistis dalam target dan program mereka, memastikan langkah-langkah yang diambil berdampak nyata tanpa menimbulkan beban baru bagi masyarakat yang sudah rentan.
Dalam konteks ini, kalimat Presiden Prabowo mengingatkan kita pada sebuah etika dasar: bertindaklah sesuai kemampuan dan jangan menambah penderitaan orang lain.
Sebuah prinsip yang seharusnya menjadi pondasi dalam membangun bangsa yang adil dan beradab.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang kerap penuh tekanan, pesan ini memberikan perspektif penyederhanaan tindakan nyata sebagai kekuatan besar. “We do what we can do” bukan sekadar ungkapan, tapi manifestasi sikap kehidupan yang harus diterapkan oleh semua, terutama bagi para pembuat kebijakan dan pendidik. Maka, mari kita mulai dari yang kecil, dari diri sendiri, agar bangsa ini terus bergerak maju dengan kepala tegak dan hati yang terbuka. ( Hasan Basri Siregar, KA Biro Utomo news Deli Serdang).
Views: 54













