Presiden Prabowo Berlutut Menyematkan Bintang Jasa Utama untuk Nyak Sandang Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Usia 100 Tahun.

 

Deli Serdang, (Kamis,23/10/2025) | Di tengah riuh rendah kemajuan bangsa, hadir sosok Nyak Sandang, lelaki gigih yang baru saja menginjak usia 100 tahun, dengan wajah penuh cerita dan mata yang menyimpan kisah pengorbanan luar biasa, Putra Aceh muncul di istana negara menjadi tamu istimewa presiden Prabowo Subianto.

Dari rumahnya di Jalan Merdeka No. 45, Kota Banda Aceh, sosok sederhana ini rela melepas emas dan tanah miliknya, bukan demi kekayaan pribadi, melainkan untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia yang menjadi cikal bakal lahirnya pesawat Garuda Indonesia dan simbol kebangkitan dan kedaulatan bangsa.

Momen HUT RI ke 80, di ruang agung Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto dengan penuh hormat dan rasa haru berlutut menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Nyak Sandang. Penghargaan tertinggi ini bukan sekadar medali, melainkan lambang pengakuan atas pengorbanan tulus yang melekat erat pada darah dan jiwa seorang patriot sejati.

“Pengorbanan Nyak Sandang adalah nyawa yang mengalir dalam setiap denyut kemerdekaan kita,” kata Presiden Prabowo dengan suara bergetar, menegaskan betapa besar arti kontribusi yang sering tersembunyi di balik gelombang cerita sejarah bangsa.

Nyak Sandang bukan hanya pahlawan bagi tanah kelahirannya di Banda Aceh, tetapi untuk seluruh Indonesia. Keputusannya menjual emas dan tanah, aset terbesar yang ia miliki, adalah bukti nyata cinta tanpa pamrih pada Merah Putih.

Saat pesawat pertama itu akhirnya mendarat, ia tahu bahwa pengorbanannya telah membawa udara baru bagi semangat bangsa yang tengah membangun harapan dan masa depan.

Dalam momen yang sarat emosi itu, air mata haru tampak mengalir di wajah para tamu undangan. Nyak Sandang, yang selama ini menjadi saksi hidup sejarah, kini menjadi inspirasi hidup bagi generasi muda.

Kisahnya mengajarkan bahwa advokasi dan cinta tanah air tidak selalu harus berbicara melalui senjata, tapi juga dengan keberanian mengorbankan apa yang kita miliki demi kemajuan bersama.

Presiden Prabowo menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh bangsa untuk terus meneladani semangat pengorbanan Nyak Sandang.

“Mari kita jaga dan teruskan api perjuangan dengan hati yang ikhlas dan semangat yang membara.
Karena bangsa besar lahir dari pengorbanan besar,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

Kehadiran Nyak Sandang di Istana menjadi pesan kuat: setiap tetes pengorbanan adalah pondasi kokoh bagi masa depan Indonesia yang gemilang. (Hari’S).

Reporter : Hasan Basri Siregar.

Views: 36