Usia 40 Tahun: Saatnya Berhenti Bermaksiat dan Kembali kepada Jalan Allah. Oleh; Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo News Deli Serdang

Deli Serdang (Rabu,22/10/2025) |
Usia 40 tahun adalah titik penting dalam hidup seorang Muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:“Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan su’ (merugi), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh…” (QS. Al-Ashr: 1-3).

Memasuki usia 40, seorang muslim tidak boleh lagi menyia-nyiakan waktunya dengan konflik, maksiat, dan kelalaian. Rasulullah SAW bersabda:”Umur-umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, dan sedikit yang melewati itu.” (HR. Ibnu Majah).

Ini tanda bahwa waktu semakin sempit. Oleh karenanya, saatnya memprioritaskan amal shaleh dan memperbaiki diri. Allah SWT mengingatkan:“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka mengatakan: ‘Wahai Tuhan kami, berilah kami (anak-anak) dan berilah kami (pahala) atas apa yang telah kami kerjakan ini, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa’.” (QS. Al-Isra: 24)

Para ulama salaf juga mengingatkan kerasnya kondisi hati bagi mereka yang pada usia 40 tahun belum berubah. Ibrahim al-Nakha’i berkata bahwa jika seseorang pada usia ini masih dalam perangai tertentu buruk, kemungkinan besar akan sulit berubah hingga kematian.

Imam Ibnul Jauzi memperingatkan:”Barangsiapa yang telah mencapai usia 40 tahun dan kebajikannya belum mengalahkan keburukannya, hendaklah ia bersiap menghadapi neraka.”

Oleh karena itu, mulai saat ini, jangan lagi bermaksiat dan menunda taubat. Sebagaimana firman Allah SWT:“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Waktumu tidak lama, manfaatkan dengan amal shaleh sebelum nyawa sampai di tenggorokan (sakaratul maut). Jadikan uban sebagai pengingat menuju hari akhir.Sudah saatnya meninggalkan masa muda yang penuh kelalaian, dan meneguhkan iman serta amal demi meraih ridha Allah dan kebahagiaan abadi.***.

Views: 12