Berita  

Kades Karang Anyer Pusing: Petani Ngeluh Pupuk Langka, Kadis Pertanian Delser Belum Beri Keterangan

 

 

Beringin, Utomo News – |

 

Kepala Desa Karang Anyer, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Paidi, mengaku pusing menghadapi keluhan warganya. Para petani di desanya terus mengadu karena pupuk subsidi langka di lapangan. 

 

“Petani mengeluh dan mengadu, Pupuk Langka di wilayahnya,” ujar Kades Paidi kepada Utomo News, Kamis 11/6/2026.

 

Apa yang Terjadi di Lapangan?  

Karang Anyer adalah salah satu lumbung padi dan jagung di Kecamatan Beringin. Saat ini petani memasuki masa tanam MT II. Kelangkaan pupuk urea dan NPK subsidi membuat mereka khawatir gagal tanam atau biaya tanam membengkak karena terpaksa beli pupuk non-subsidi harga tinggi di kios.

 

Kades Paidi mengaku sudah menampung aduan dan berupaya menjembatani ke kelompok tani dan pengecer resmi. Namun stok di kios tetap kosong. “Kami di desa hanya bisa menampung dan meneruskan. Petani butuh kepastian, kapan pupuknya ada,” jelasnya.

 

Konfirmasi ke Pemkab: Kadis Pertanian Belum Merespon.  

Terpisah, Utomo News telah berupaya mengkonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang terkait kondisi kelangkaan pupuk di Karang Anyer Beringin. 

 

Hingga berita ini tayang, Kadis Pertanian belum memberikan respon maupun keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WA dan telepon masih belum dijawab.

 

Konteks: Ini Masalah Nasional, Bukan Cuma Delser. 

Kelangkaan pupuk subsidi memang jadi isu berulang tiap musim tanam. Beberapa faktor yang sering jadi penyebab:

1. Kuota vs Kebutuhan*: Kuota pupuk subsidi dari pusat ditentukan via e-Alokasi berdasarkan data SIMLUHTAN. Kalau data kelompok tani belum update, kuota bisa kurang dari kebutuhan riil lapangan.

2. Keterlambatan Distribusi*: Pupuk dari produsen ke distributor, lalu ke kios resmi, sering telat datang padahal masa tanam sudah jalan.

3. Penyaluran Tidak Tepat Sasaran*: Petani non anggota poktan atau belum terdaftar RDKK sulit dapat pupuk subsidi, sehingga menumpuk di kelompok tertentu.

 

Dampak Ekonomi Rakyat  

Kalau pupuk telat 2 minggu saja, produktivitas padi bisa turun 20-30%. Artinya pendapatan petani Karang Anyer langsung terpangkas. Ini bertentangan dengan semangat UUD 1945 Pasal 33 dan program ketahanan pangan Pemerintahan Prabowo.

 

Harapan Kades & Petani

Kades Paidi berharap Pemkab Deli Serdang segera turun tangan: cek stok di distributor, validasi ulang RDKK kelompok tani Karang Anyer, dan pastikan kios resmi dapat jatah sesuai jadwal tanam.

 

“Jangan sampai petani sudah siap lahan, bibit siap, tapi pupuknya tidak ada. Kasihan petani,” pungkasnya.

 

Utomo News akan terus mengawal dan menunggu keterangan resmi dari Dinas Pertanian Deli Serdang terkait solusi jangka pendek untuk petani Karang Anyer. (Tim). 

Views: 30