Deli Serdang, Utomo news, — |
Kehadiran Bupati Deli Serdang dalam kegiatan tanam perdana di lahan milik warga seluas 5 rante di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Selasa (5/5/2026), tidak hanya menjadi agenda seremonial. Di hadapan kelompok tani, kepala desa, dan Kadis Pertanian Eli Nasution, bupati menegaskan pentingnya transformasi pertanian agar tidak lagi bergantung pada cara kerja manual yang lamban, tetapi mulai memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pengolahan lahan.
Bupati menekankan bahwa petani harus mendapat dukungan nyata agar mampu bekerja lebih efisien dan tidak terbebani oleh proses olah tanah yang memakan waktu dan biaya besar. Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di daerah.
“Lahan petani tidak lagi dikerjakan secara manual, tetapi harus dengan teknologi agar para petani tidak lagi lambat mengerjakan lahan pertanian,” tegas bupati di hadapan kelompok tani.
Kehadiran bupati dan dukungan alat pertanian itu langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kades Sidodadi, Muslimin, menyampaikan apresiasinya atas perhatian kepala daerah yang dinilai sangat peduli terhadap petani. Ia menyebut, semangat para petani meningkat karena melihat langsung kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan mereka.
“Bupati sangat rajin dan peduli pada petani, kami sangat bersemangat dan gembira melihat atensi bupati pada petani,” ujar Muslimin.
Dampak paling nyata dirasakan para petani dari sisi biaya pengolahan lahan. Ketua Kelompok Tani Sugiarjo dan Sugiman mengatakan, sebelum ada bantuan traktor, biaya olah lahan mencapai Rp60 ribu per rante. Namun dengan adanya alat bantuan tersebut, biaya itu kini turun menjadi Rp30 ribu per rante.
“Biasanya untuk per rante kena biaya Rp60 ribu, kini dengan adanya bantuan traktor bisa berkurang menjadi Rp30 ribu per rante untuk biaya pengolahan lahan,” kata mereka.
Penurunan biaya hingga 50 persen ini menjadi angin segar bagi petani, terutama di tengah naiknya kebutuhan produksi pertanian.
Bagi masyarakat kecil, selisih biaya tersebut sangat berarti karena bisa mengurangi beban modal awal tanam dan memberi ruang lebih besar untuk keuntungan saat panen.
Langkah Bupati Deli Serdang ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menawarkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi petani.
Dengan dorongan penggunaan teknologi dan alat pertanian modern, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan pada sektor pertanian yang menjadi penyangga utama ekonomi masyarakat desa.
Selain membantu mempercepat proses kerja, kebijakan ini juga membuka jalan bagi pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing. Bagi petani Sidodadi, perhatian tersebut bukan hanya simbol dukungan, melainkan bantuan langsung yang terasa sampai ke kantong mereka. (Hari’S).
Views: 37












