Deli Serdang, Utomo news, Jum’at, 17/4/2026) -|
Kalau kita berdo’a dan meminta masuk Surga itu masih hal yang biasa sebagaimana harapan seorang kepada Tuhannya, Tapi ketika Surga yang merindukan empat golongan masuk kedalamnya, itu Luar buasa. Berikut empat golongan yang dirindukan Surga.
Surga, sebagai tempat kenikmatan abadi bagi orang beriman, ternyata juga merindukan empat golongan umat manusia tertentu, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW dari Ibnu Abbas RA. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, yang berbunyi: “Sesungguhnya surga itu merindukan kepada empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang kelaparan, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan.”
Golongan Pertama: Pembaca Al-Qur’an
Orang yang rajin membaca Al-Qur’an (taalil qur’an) senantiasa melantunkan kalam Allah di setiap kesempatan, baik saat senang maupun susah. Kebiasaan ini tidak hanya mendatangkan ketenangan hati seperti firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 28, tapi juga menjadikan mereka dirindukan surga karena lisannya basah dengan dzikrullah.
Golongan Kedua: Penjaga Lisan
Mereka yang hati-hati menjaga lisan (haafizh al-lisan) dari ucapan keji, ghibah, atau kata menyakiti orang lain. Lisan merupakan nikmat besar, tapi bisa jadi bumerang jika tak terkendali; golongan ini selamat karena ucapannya selalu bermanfaat dan diridhai Allah.
Golongan Ketiga: Pemberi Makan yang Lapar
Orang yang suka berbagi makanan kepada yang kelaparan (muth’im al-ja’i) termasuk filantropis sejati dalam Islam. Amal ini mencerminkan kepedulian sosial, mudah dilakukan sehari-hari, dan langsung menarik rindu surga karena menolong sesama secara nyata.
Golongan Keempat: Pufasawan Ramadan
Mereka yang istiqamah berpuasa di bulan Ramadan (sha’im fi syahri Ramadan) wajib menjalankan rukun Islam ini dengan khusyuk. Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi melatih taqwa; surga merindukan mereka karena pintu khusus Rayyan terbuka lebar bagi orang berpuasa.
Empat golongan ini mengajarkan bahwa surga dekat bagi siapa saja yang istiqamah dalam ibadah sederhana namun konsisten, menggabungkan hubungan vertikal dengan Allah dan horizontal antarmanusia. (*).
Views: 2












