Berita  

Respons Kritis: “Miskin Tapi Banyak Gaya” – Saatnya ASN Lepas Mobil Dinas, Hemat Rp100 Triliun! “Deli Serdang jadi contoh sukses efisiensi daerah Sumut”.

Deli Serdang, Utomo news, Kamis 9/4/2026-|

 

Pemberitaan viral “MISKIN tapi banyak gaya = INDONESIA” yang menyebut 190.000 mobil dinas ASN benar-benar menggugat nurani kita. Angka itu bukan isapan jempol: berdasarkan data Kementerian Keuangan dan BPK (2023-2025), memang ada sekitar 190.000 unit kendaraan dinas untuk ASN, menteri (109 orang dengan anggaran hingga Rp1 miliar/unit), eselon I (600 orang), gubernur/bupati (300+), hingga pejabat rendah.

 

Ganti mobil setiap 5 tahun saja sudah Rp100 triliun, belum biaya BBM (Rp19 miliar/hari jika Rp100.000/unit/hari), perawatan, dan staf pendukung (ajudan, sopir hingga 10 orang/mobil).

 

Indonesia memang “miskin” secara struktural: Bank Dunia (2024) catat 200 juta warga di bawah garis kemiskinan multidimensional, utang negara Rp9.000 triliun lebih (Desember 2025), defisit APBN 2,8% PDB. Saat harga BBM melonjak akibat konflik Iran-Israel, negara maju seperti Jepang dan Jerman sudah terapkan darurat energi. Kita? Pejabat sibuk “matikan AC” sementara MBG sekolah online tetap jalan.

 

Ironis, perusahaan swasta seperti Alfamart atau bank besar efisien tanpa “mobil dinas mewah”.

 

Solusi Pamungkas: Jual, Hapus, dan Alihkan ke Transportasi Umum

Tere Liye sudah beri jurus cerdas: jual 180.000 mobil dinas, sisakan 10.000 untuk layanan esensial seperti RSUD dan puskesmas. Ini bukan nyinyir, tapi fakta negara maju:

 

Jual Segera: Hasil lelang bisa Rp50-70 triliun (asumsi harga pasar 50-70% nilai baru).

 

Contoh: Belanda jual 80% armada dinas pada 2010, hemat €200 juta/tahun.

Hapus Fasilitas Permanen: ASN naik TransJakarta, MRT, atau kereta api. Pejabat punya mobil pribadi—lagi pula, Uber/GoCar murah. Singapura hapus mobil dinas menteri sejak 1990-an; mereka pakai taksi atau subway, hemat SGD1 miliar/tahun.

 

Potong Birokrasi Pendukung: Hilangkan ajudan, sopir, dan printilan—hemat 500.000 pegawai “hantu” (data BKN 2025). Jerman: pejabat federal hanya dapat tunjangan transportasi Rp5 juta/bulan, tanpa sopir.

Manfaat langsung: hemat Rp100 triliun/5 tahun untuk subsidi BBM rakyat, bangun 10.000 km jalan desa, atau sekolah vokasi.

 

KMP yang rencanakan beli 100.000 mobil baru? Stop! Fokus efisiensi seperti swasta.

Ini bukan anti-ASN, tapi pro-rakyat. Media online wajib dorong akuntabilitas: tag #HapusMobilDinas, tuntut DPR revisi UU ASN. Negara maju bukti: tanpa mobil dinas, birokrasi lebih lincah, korupsi turun 30% (Transparency International).

Indonesia, bangun dari “gaya” palsu. Waktunya action!

 

Pemkab Deli Serdang memiliki total mobil dinas yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam data terkini, tapi inisiatif efisiensi fokus pada penarikan 99 unit mobil dinas eselon IV pada Maret 2025 oleh Bupati Asri Ludin Tambunan.

 

Dari 99 unit tersebut, 84 unit disiapkan untuk dilelang (25 unit sudah dinilai appraisal per Juni 2025).

Penghematan mencapai Rp3,2 miliar per tahun (dari biaya perawatan, BBM, dll., menurut laporan BPKAD; potensi Rp15 miliar dalam 5 tahun).

 

Dana penghematan dialokasikan untuk hal-hal lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti program kesehatan (#deliserdangsehat), bus listrik untuk ASN dari Amplas ke kantor bupati, dan prioritas publik lainnya (belum detail spesifik proyek akhir, tapi ditekankan untuk kesejahteraan rakyat bukan beban aset).

Deli Serdang jadi contoh sukses efisiensi daerah Sumut. (Hari’S).

Views: 40