Berita  

Putin Bongkar Propaganda AS: Islam Bukan Teroris, Hanya Alat Jual Senjata

 

Medan, Utomo news, Minggu, 22 Maret 2026 – |

 

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menggebrak dunia dengan pernyataan tegas yang membongkar skema licik Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Zionis Israel. Menurut Putin, narasi yang menggambarkan Islam identik dengan terorisme hanyalah permainan politik Washington untuk memutar roda industri pertahanannya yang bernilai triliunan dolar.

 

Dalam wawancara eksklusif baru-baru ini, Putin menegaskan, “Islam identik dengan terorisme itu hanyalah permainan politik Amerika, karena mereka butuh musuh agar industri persenjataannya berputar. Kami Rusia tidak pernah menganggap Muslim sebagai masalah.”

 

Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan global, di mana Rusia terus menjaga hubungan harmonis dengan negara-negara mayoritas Muslim, termasuk di Timur Tengah dan Asia Tengah.

 

Fakta pendukung pernyataan Putin tak terbantahkan. Industri militer AS, yang dikenal sebagai “Military-Industrial Complex,” menyumbang pendapatan mencapai [ \$ 877 ] miliar pada anggaran pertahanan fiskal 2023, menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

 

Penjualan senjata AS mendominasi pasar global, dengan ekspor senjata mencapai [ 40\% ] dari total dunia pada 2022–2026, sering kali didorong oleh narasi ancaman “terorisme Islamis” pasca-9/11.

 

Laporan SIPRI mencatat, AS menjual senjata senilai [ \$ 238 ] miliar ke Timur Tengah saja sejak 2018, termasuk ke sekutu seperti Israel dan Arab Saudi.

 

Putin sendiri punya rekam jejak yang kontras. Rusia, dengan populasi Muslim sekitar 20 juta jiwa (14% dari total penduduk), tidak pernah mengklasifikasikan Islam sebagai ancaman.

 

Sejak konflik Ukraina 2022, Rusia justru memperkuat aliansi dengan Iran, Suriah, dan Taliban di Afghanistan, sambil menolak narasi Barat.

 

Pada KTT Rusia-Islam 2023 di Kazan, Putin menyatakan Rusia sebagai “jembatan antara dunia Islam dan Kristen,” dengan investasi miliaran dolar di proyek bersama seperti Rosneft di Timur Tengah.

 

Kritik Putin ini sejalan dengan analisis pakar seperti Noam Chomsky, yang dalam bukunya Manufacturing Consent (1988, edisi terbaru 2024) menyebut media Barat sebagai alat propaganda untuk menciptakan “musuh abadi” demi keuntungan korporasi senjata seperti Lockheed Martin dan Raytheon.

 

Data dari Brown University’s Costs of War Project menunjukkan, perang “anti-teror” AS sejak 2001 menghabiskan [ \$ 8 ] triliun, dengan mayoritas mengalir ke kontraktor pertahanan—bukan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan Putin ini memicu gelombang dukungan di dunia Islam, dari Indonesia hingga Turki, di mana netizen ramai membagikannya sebagai “kebenaran telanjang.”

 

Sementara AS dan Israel terus mendorong narasi serupa untuk membenarkan operasi militer di Gaza dan Yaman, Rusia menawarkan perspektif alternatif: perdamaian tanpa label “teroris” pada 1,8 miliar umat Muslim dunia.Apakah ini awal retaknya hegemoni propaganda Barat? Dunia menanti respons Gedung Putih.  ( Hari’S) .

Views: 54