Deli Serdang, Utomo News, (Kamis,22/1/2026) | Setelah hampir setahun vakum, kursi Kepala Dinas Pendidikan (Kadis Pendidikan) Kabupaten Deli Serdang akhirnya terisi. Hari ini, Kamis (22/1/2026), Suparno resmi dilantik oleh Bupati Deli Serdang dr. Asriluddin Tambunan di Balairung Kantor Bupati, bersamaan dengan pelantikan sejumlah kepala dinas lainnya.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan tonggak krusial bagi masa depan pendidikan di daerah pertanian Sumatera Utara. Kekosongan jabatan Kadis Pendidikan sejak awal 2025 telah menimbulkan keresahan di kalangan guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa.
Tanpa pemimpin tetap, program prioritas seperti peningkatan infrastruktur sekolah rusak pasca-banjir 2025, digitalisasi pembelajaran, dan pengangkatan guru honorer terhambat.
Data Dinas Pendidikan Sumut mencatat, Deli Serdang memiliki sekitar 800 SD/SMP/SMA negeri dengan rasio guru-siswa 1:25 yang masih di bawah standar nasional (ideal 1:20). Belum lagi, tingkat putus sekolah di tingkat SMA mencapai 5-7% akibat biaya transportasi dan akses internet yang minim di pelosok seperti Gunung Meriah dan Bangun Purba.Kini, dengan Suparno di kursi pimpinan, harapan membuncah.
Pengamat pendidikan lokal menilai pengalaman Suparno di bidang manajemen pendidikan non-formal selama 15 tahun bisa jadi katalisator. Ia berjanji prioritas utama: revitalisasi 200 ruang kelas rusak, pelatihan digital bagi 5.000 guru, dan kolaborasi dengan swasta untuk beasiswa anak petani.
“Pendidikan adalah investasi SDM unggul. Deli Serdang tak boleh tertinggal di era Industri 4.0,” tegas Suparno.
Bupati Asriluddin menegaskan, pelantikan ini bagian dari restrukturisasi birokrasi untuk percepatan pembangunan. “Kami butuh pemimpin visioner seperti Suparno untuk wujudkan Deli Serdang sebagai lumbung pendidikan Sumut,” ujarnya.
Langkah ini selaras dengan target RPJMD 2025-2029 yang menargetkan indeks pembangunan manusia (IPM) Deli Serdang naik 5 poin menjadi 75, didorong sektor pendidikan.
Pelantikan berlangsung khidmat dihadiri ASN dan tokoh masyarakat. Kini, mata dunia pendidikan Deli Serdang tertuju pada Suparno: mampukah ia ubah narasi ‘sekolah standar ‘ menjadi ‘pusat unggulan’?.
Reporter: Hasan Basri Siregar
Views: 890












