Berita  

Target Baru Deli Serdang: Nilai Tambah Singkong Naik 40%,UMKM Olahan Tersertifikasi Jadi 300 Unit

 

Lubukpakam, Utomo News – Ke depan, Pemkab Deli Serdang menargetkan peningkatan nilai tambah produk ubi kayu sebesar 40 persen, memperluas sentra produksi ke 10 kecamatan prioritas, serta meningkatkan jumlah UMKM olahan ubi kayu tersertifikasi dari 120 menjadi 300 unit usaha aktif.

 

Tiga target besar itu disampaikan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HUT ke-26 APKASI, Kamis (2/7/2026) di IKM Hall, Lubuk Pakam.

 

Dari Bahan Mentah Rp1.500 Jadi Keripik Rp36.000/Kg.

Bupati Asri menjadikan hilirisasi ubi kayu sebagai tawaran utama Deli Serdang. Alasannya sederhana: nilai ekonominya jauh berbeda.

 

“Harga ubi kayu di tingkat petani rata-rata sekitar Rp1.500 per kilogram. Namun setelah diolah menjadi keripik, nilai jualnya dapat mencapai sekitar Rp36.000 per kilogram,” ujarnya.

 

Keuntungan bersih dari usaha keripik pun disebut mencapai Rp7.200 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding jual bahan baku.

 

“Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” tegas Bupati.

 

Modal Kuat: 12.400 Hektare Lahan + Produksi 109 Ribu Ton.

Deli Serdang punya fondasi kuat. Dari total 97.500 hektare lahan pertanian, 12.400 hektare adalah kawasan budidaya ubi kayu.

 

Produksinya naik terus: dari 88.904 ton, 104.137 ton, hingga 109.310 ton. Sentra ada di Kutalimbaru, Sibolangit, Biru-Biru, STM Hulu, Pancur Batu, hingga Hamparan Perak dengan potensi lahan pengembangan 2.500 hektare lagi.

 

Ekosistemnya juga sudah jalan: 186 unit usaha keripik dan 99 unit usaha opak tradisional. Bahkan UD Kreasi Lutvi sudah ekspor ke Malaysia dan Korea Selatan.

 

3 Target Strategis Sampai 300 UMKM Tersertifikasi.

Untuk menggenjot sektor ini, Pemkab DS mengunci 3 target utama:

 

1.  Naik 40% Nilai Tambah Produk: Lewat pengolahan industri, bukan hanya jual mentah.

2.  Perluas ke 10 Kecamatan Prioritas: Memastikan sentra produksi merata dan petani ikut naik kelas.

3.  UMKM Tersertifikasi 120 → 300 Unit: Dari 120 unit sekarang, ditarget jadi 300 unit usaha aktif yang punya legalitas dan standar.

 

“Yang kita bangun bukan hanya sektor hulunya, tetapi juga industri pengolahannya sehingga petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik, UMKM berkembang, lapangan kerja bertambah, dan daya saing daerah semakin meningkat,” kata Bupati.

 

Pemkab DS juga sudah menyiapkan dukungan: bibit unggul, jalan usaha tani, penguatan kelompok tani, fasilitasi KUR, pembangunan Rumah Produksi Bersama, hingga perluasan akses pasar.

 

Dukungan APKASI & Kemendag.

Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menyebut Forbisda dibentuk untuk memperkuat perdagangan antardaerah lewat komoditas unggulan. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan juga menegaskan penguatan perdagangan wilayah adalah strategi jaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

 

Forum itu ditutup dengan 3 penandatanganan MoU, termasuk kerja sama Deli Serdang-Simalungun soal inflasi pangan.

 

Reporter: Hari’S ,Utomo News.

Views: 2