Berita  

Jalan 1 Bulan Rusak Lagi: Jhon Erwin Tambunan SH Angkat Bicara, ” Kebijakan Bupati Tidak Konek Dengan Petugas Teknis PUPR “

 

 

Deli Serdang, Utomo News -|  

 

Kerusakan Jalan Pasar 3, Desa Plasmen, Kecamatan Beringin yang baru sebulan dikerjakan kini memicu tanda tanya besar. Bukan cuma soal aspal yang terkelupas, tapi juga sikap tertutup Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang saat dikonfirmasi media, Senin 22/6/2026 kemarin. 

 

Sementara Ramli, petugas KUPT PU Kecamatan beringin saat dikonfirmasi terkait jalan mengatakan, Ijin bang…PPTK nya itu orang Bidang Bina Marga mungkin si Ben Febrian…tapi sepengetahuan ku itu memang ga dikerjakan sampai tuntas karena volumenya ga cukup…., jawabannya polos (Senin 22/6) via whatsapp nya. 

 

 

Kondisi ini memicu pertanyaan besar: di mana letak masalahnya?

 

“Bukan Cari Salah, Tapi Cari Kepastian” 

Pengamat kebijakan publik dari JET & Partner, Jhon Erwin Tambunan SH, angkat bicara. Ia menegaskan publik Deli Serdang tidak sedang mencari kambing hitam.

 

“Publik tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan menginginkan kepastian bahwa setiap rupiah yang berasal dari APBD dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” tegas Jhon Erwin Tambunan di lubuk pakam, Selasa (23/6/2026).

 

Menurutnya, ketika jalan rusak dalam waktu sangat singkat, evaluasi teknis jadi kebutuhan, bukan pilihan. “Tambal-tempel berulang itu indikator. Ada yang salah di mutu, metode, atau pengawasan,” katanya.

 

Kebijakan Bupati Tidak Konek dengan Petugas Teknis PUPR  

Jhon Erwin menyorot titik krusial: hubungan antara kebijakan pimpinan daerah dengan pelaksana di lapangan.

 

“Dalam konteks Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, fungsi pengawasan yang saat ini berada di bawah SDAMBK seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi proyek, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menilai, kebijakan Bupati sudah benar arahnya: pembangunan infrastruktur untuk rakyat, menyentuh langsung, dan jadi prioritas. Buktinya Bupati Asri Ludin Tambunan rutin turun ke lapangan, tinjau jalan Simpang Tanjung Anom–Sei Gelugur di Kutalimbaru.

 

“Masalahnya, kebijakan Bupati yang pro-rakyat ini tidak konek dengan petugas teknis PUPR di lapangan. Atas mau A, bawah jalan B. Akhirnya yang muncul jalan 1 bulan rusak,” sorotnya.

 

Pesan Moral: Bangun Jalan = Bangun Kepercayaan  

Jhon Erwin mengingatkan, pembangunan infrastruktur bukan soal mengejar target fisik semata.

 

“Pesan moral yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan membangun kepercayaan publik. Jalan yang baik tidak hanya diukur dari panjang dan lebarnya, tetapi juga dari kualitas, daya tahan, serta keberanian pemerintah untuk terbuka kepada masyarakat,” katanya.

 

Ia menekankan 3 hal: uangnya uang rakyat, proyeknya harus bisa dipertanggungjawabkan secara *teknis, administratif, dan moral*. Transparansi bukan ancaman bagi pemerintah, tapi fondasi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

 

*Catatan Utomo News:*  

Kebijakan Bupati sudah di rel yang benar: turun, pantau, pastikan program sampai ke rakyat. Tapi tanpa “konektor” yang kuat antara visi pimpinan dan teknis PUPR/SDAMBK, hasilnya tetap sama: aspal jebol, rakyat kecewa.

 

Tugas sekarang: sambungkan kabelnya. Biar arus kebijakan dari atas sampai bawah tidak putus di tengah. Karena jalan yang awet, lahir dari sistem yang nyambung. (*)

 

Reporter: Hari’S | Utomo News  

Narasumber: Jhon Erwin Tambunan SH, JET & Partner.

Views: 16