Berita  

“Lantik 23 Pejabat, Wabup Lom: Jadikan Amanah Ini untuk Wujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera” Penyegaran birokrasi ditegaskan bukan sekadar rotasi kursi. Ujung tombaknya: pelayanan publik cepat, tata kelola kuat, pembangunan ngebut.

 

Lubuk Pakam, Utomo News-|

Wakil Bupati Deli Serdang Lom Suwondo melantik 23 Pejabat Administrator dan Pengawas di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati, Kamis 18/6/2026. Prosesi sumpah/janji ini jadi sinyal: roda pemerintahan harus jalan lebih cepat, lebih bersih, lebih dekat ke warga.

 

Mengakhiri sambutannya, Wabup Lom tidak bicara basa-basi. Ia menembak langsung 4 target besar buat pejabat baru: tingkatkan kualitas pelayanan publik, perkuat tata kelola, percepat pembangunan, dukung visi Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan.

 

Pelantikan ini kata Wabup, bukan sekadar “mutasi biasa”. Ini penyegaran organisasi + penguatan kapasitas ASN. Karena pejabat administrator dan pengawas adalah “tulang punggung” yang nyambungkan kebijakan Bupati ke lapangan.

 

“Mutasi, promosi, rotasi itu wajar. Tapi yang nggak wajar kalau setelah dilantik kerjanya tetap lambat. Kursi boleh ganti, tapi kinerja harus naik kelas,” tegas Lom di hadapan pejabat baru.

 

Nama-nama Kunci yang Disorot:

1. Ahmad Turmuzi: Ex Camat Pantai Labu → naik jadi Kabid Pemuda & Olahraga Disbudparpora. Tantangannya: lahirkan atlet + ruang kreatif buat anak muda DS.

2. Boby Arianto: Ex Camat Bangun Purba → gantikan Turmuzi jadi Camat Pantai Labu. Ujian pertama: jaga 3 kecamatan penghubung ekonomi Pagar Merbau-Pantai Labu yang baru diresmikan.

3. Rahmat Sejati: Kabid Perikanan Budidaya. PR besar: dongkrak produksi ikan kolam + cegah konflik lahan tambak.

4. Sufrandana: Kasi Pemerintahan Sibolangit → Lurah Kenangan Percut Sei Tuan. Ini “front line” pelayanan. Warga langsung ketok pintu lurah kalau ada masalah.

 

4 Pesan Penutup Wabup Lom Lom = “Kompas” Kerja Pejabat Baru:

 

1. Pelayanan Publik: “Hadir di tengah masyarakat. Jangan nunggu warga ke kantor. Kalau ada lubang jalan, banjir, sengketa, ambil langkah cepat sesuai kewenangan. Itu namanya ASN hadir, bukan ASN duduk.”

 

2. Tata Kelola: “Jujur, profesional, transparan, akuntabel. Jauhi penyalahgunaan wewenang. Karena kepercayaan warga itu mahal. Sekali rusak, susah pulih.”

 

3. Percepatan Pembangunan: “Camat-Lurah itu ujung tombak. Kalau ujung tombaknya tumpul, pembangunan nggak akan tembus ke desa. Maka asah terus kompetensi + integritas.”

 

4. Visi Deli Serdang: “Kerja kalian bukan untuk spanduk. Tapi untuk wujudkan DS yang Sehat – warganya nggak sakit karena jalan rusak. Cerdas – birokrasinya nggak ribet. Sejahtera – UMKM lancar. Religius – pelayanan beretika. Berkelanjutan – bukan proyek musiman.”

 

Garis Keras Soal Netralitas. 

Di akhir, Wabup Lom kunci dengan peringatan keras: “Camat-Lurah harus jadi perekat persatuan, bukan pemecah. Netralitas bukan imbauan, tapi kewajiban yang diawasi dan dievaluasi,” tegasnya.

 

PENUTUP + CATATAN REDAKSI:

Pelantikan selesai. Foto-foto sudah. Sekarang giliran kerja. 

 

Warga Deli Serdang nggak butuh pejabat “seremonial”. Warga butuh pejabat yang kalau di-WA langsung bales, kalau ada lubang langsung tambal, kalau ada program langsung jalan.

 

Pak Wabup sudah kasih “peta jalan”. 23 pejabat baru tinggal jalan. Kami di Utomonews + JWI DS siap jadi “cermin”: kalau bagus kita puji, kalau “kosong” kita kritik.

 

Karena ujungnya satu: amanah itu bukan untuk gagah-gagahan. Amanah itu untuk bikin hidup warga lebih mudah.

 

Sumber: Kominfo Deli Serdang | Penulis: Hari’S, Editor: Hasan Basri. 

Views: 15