Deliserdang, Utomo News, Sabtu,21 februari 2026 – |
Dalam ajaran Islam, balasan dosa pada hak Allah bisa ditangguhkan hingga akhirat, sebagaimana firman Allah SWT: “Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasannya pula).” (QS. An-Nazi’at: 7-8).
Namun, ada dosa-dosa khusus yang Allah SWT segerakan hukumannya di dunia sebagai peringatan dahsyat, pelajaran bagi umat, dan keadilan instan bagi korban. Ini bukan sekadar hukuman, melainkan rahmat Allah agar hamba-Nya bertaubat sebelum azab abadi menimpa.
Rasulullah SAW menegaskan: “Sesungguhnya Allah tidak menunda-nunda pembalasan dosa kecuali sampai hari kiamat, kecuali dosa-dosa yang disegerakan balasannya di dunia.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani). Berikut dosa-dosa tersebut beserta dalil kuat dan penjabaran luasnya:
1. Durhaka kepada Orang Tua (Uquq al-Walidain): Pintu Siksa Paling Cepat
Hubungan anak-orang tua adalah ikatan suci yang dilindungi Al-Qur’an. Allah SWT firmankan: “Dan Tuhanmu perintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut.” (QS. Al-Isra’: 23).
Durhaka mencakup menyakiti hati, menelantarkan, menghina, atau membentak orang tua—semua ini memutus rahmat Allah.
Balasannya segera: kepahitan hidup, rezeki terhambat, bahkan anaknya kelak balas serupa. Rasulullah SAW bersabda: “Dua pintu kemaksiatan yang disegerakan siksanya di dunia: al-baghyu (kezaliman) dan uququl walidain (durhaka kepada orang tua).” (HR. Hakim; dishahihkan Al-Albani).
Bayangkan, Nabi SAW memperingatkan ini sebagai dosa paling prioritas di dunia!
2. Kezaliman (Al-Baghyu) dan Memutus Silaturahmi: Perusak Tatanan Sosial
Al-Qur’an mengutuk kezaliman: “Sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang pedih dan (akan mendapat) azab yang serupa dengan azab itu.” (QS. Ibrahim: 22).
Kezaliman seperti merampas hak, menyakiti sesama, atau memutus silaturahmi (tidak menjenguk saudara, tidak memberi salam, atau bermusuhan) merusak ukhuwah Islamiyah.
Balasannya tak ditunda: permusuhan bertambah, rezeki mandek, dan bencana sosial.
Rasulullah SAW tegas: “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi pelakunya di dunia—di samping dosa yang disimpan untuknya di akhirat, daripada dosa al-baghyu (kezaliman) dan memutuskan silaturahmi.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi, sahih).
Hikmahnya? Doa orang dizalimi langsung tembus langit, sebagaimana “Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuannya pasti dikabulkan.” (HR. Muslim).
3. Zina dan Perbuatan Keji (Al-Fahisyah): Wabah Penyakit sebagai Azab Langsung
Zina adalah dosa kotor yang Allah larang keras: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32).
Jika dilakukan terang-terangan atau menjadi budaya kaum, Allah segerakan azab berupa wabah dan penyakit baru, hilangnya keberkahan generasi.
Nabi SAW memperingatkan: “Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka penyakit tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang belum pernah menjangkiti pendahulu mereka.” (HR. Ibnu Majah; dishahihkan Al-Albani).
Ini pelajaran sejarah umat terdahulu yang tenggelam dalam kemaksiatan.
4. Kecurangan Timbangan (Ghasab al-Kayl wa al-Mizan): Paceklik Ekonomi Instan
Al-Qur’an ancam: “Celakalah bagi orang-orang yang menimbang-nimbang, (yaitu) orang-orang yang apabila orang lain menimbang untuk mereka, mereka minta ditimbang penuh. Dan apabila mereka menimbang atau mengukur untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muthaffifin: 1-3).
Kecurangan dagang merusak ekonomi umat, balasannya: paceklik, beban hidup berat, dan penguasa zalim.
Rasulullah SAW sabda: “Kaum yang mengurangi takaran dan timbangan akan disiksa dengan tahun-tahun paceklik, payahnya kehidupan, dan kezaliman penguasa atas mereka.” (HR. Ibnu Majah, bagian hadis sahih).
Ini azab ekonomi yang nyata, agar pedagang bertaubat.Hikmah Allah Menyegerakan Balasan Ini.
Allah SWT bijaksana: sebagai peringatan taubat sebelum maut (QS. An-Nisa’: 18), keadilan korban karena doa mereka mustajab (HR. Muslim), dan pelajaran umat agar bertakwa. Firman-Nya: “Dan peliharalah dirimu (dari hari) yang pada waktu itu tidak akan berguna jasa orang lain kepada seseorang sedikit pun, dan tidak akan diterima syafaatnya, tidak akan ada tebusan baginya dan tidaklah mereka mendapat pertolongan.” (QS. Al-Baqarah: 48).
Refleksi Taqwa: Dunia adalah ladang akhirat; tabur dosa, tuai azab segera.
“Maka ambillah pelajaran (dari kejadian itu) wahai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS. Al-Hasyr: 2). Mari bertaubat, perbanyak silaturahmi, dan taati orang tua—sebelum azab datang! Semoga bermanfaat. Jazakallahu khairan 🤲🏻. ( * ).-
Reporter ; Hasan Basri Siregar .
Views: 42













