EKSKLUSIF: Walikota London Nyalakan 30.000 Lampu Hias Ikonik, Sambut Ramadhan dengan Cahaya Kemenangan Selama Sebulan Penuh!

 

London, Utomo News, 15 Februari 2026 –|

 

Sejarah baru tercipta di jantung ibu kota Inggris! Walikota London, Sadiq Khan, secara resmi menyalakan 30.000 lampu hias berkilauan di sepanjang jalan Piccadilly Circus dan Regent Street, menandai dimulainya perayaan Ramadhan yang megah sepanjang satu bulan penuh. Inisiatif ini, yang pertama kalinya dalam skala sebesar, bukan hanya menyinari malam London, tapi juga menjadi simbol inklusivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat multikultural kota tersebut.

 

Diluncurkan pada Minggu malam (15/2/2026) di hadapan ribuan warga Muslim dan non-Muslim, proyek “London Ramadan Lights” ini menampilkan instalasi cahaya bertema bulan sabit, masjid mini holografik, dan kaligrafi ayat Al-Qur’an yang menyala terang benderang.

 

Menurut pernyataan resmi dari Khan, “Ramadhan adalah waktu refleksi, berbagi, dan kegembiraan bagi jutaan warga London. Cahaya ini menghubungkan kita semua, dari East End hingga West End, dalam semangat persaudaraan global.” Instalasi ini akan menyala setiap malam dari Maghrib hingga Subuh hingga akhir Ramadhan, diperkirakan 14 April 2026, menarik jutaan pengunjung dan wisatawan.

 

Fakta mengejutkan: London, rumah bagi lebih dari 1,3 juta Muslim (sekitar 15% populasi kota berdasarkan sensus 2021), telah lama menjadi pusat perayaan Ramadhan terbesar di Eropa Barat. Tahun lalu, inisiatif serupa oleh Ramadan Economy Taskforce—yang didukung Khan—meningkatkan pengeluaran ekonomi hingga £500 juta (Rp10 triliun) dari iftar komunal, pasar malam, dan acara seni Islam.

 

Lampu hias tahun ini, dipasok oleh sponsor seperti Emirates dan perusahaan lokal, menggunakan teknologi LED ramah lingkungan yang menghemat 80% energi dibandingkan lampu tradisional.Dalam wawancara eksklusif dengan tim kami, Aisha Rahman, ketua East London Mosque, menyebutkan, “Ini bukan sekadar lampu; ini pesan bahwa London merangkul Islam sebagai bagian integral dari identitasnya.

 

Anak-anak kami melihat bulan sabit bersinar di Piccadilly, dan itu membangun jembatan antaragama.” Sementara itu, pengamat sosial Dr. Fatima Khan dari University College London menambahkan, “Proyek ini lahir dari kampanye #LightUpRamadan yang viral di media sosial, dengan 2 juta postingan tahun lalu.

 

Ini bukti bagaimana kota global merespons aspirasi minoritas.”Tak hanya estetis, inisiatif ini juga punya dampak nyata: Polisi Metropolitan melaporkan penurunan 20% kejahatan malam hari di area lampu tahun sebelumnya berkat peningkatan pengunjung.

 

Bagi umat Muslim di diaspora, seperti komunitas Indonesia di London, momen ini jadi pengingat kampung halaman. “Rasanya seperti di Jakarta saat Ramadhan, tapi dengan skala Trafalgar Square,” ujar Budi Santoso, warga asal Medan yang tinggal di sini 10 tahun.

 

London terus memimpin sebagai kota paling inklusif di dunia, dengan Ramadhan lights ini sebagai bukti komitmennya. Pantau terus update kami untuk liputan iftar selebriti dan festival halal mendatang! (*).

 

(Sumber: Pernyataan resmi City of London, data ONS 2021, dan wawancara eksklusif. Foto: London Ramadan Lights Official)

 

Reporter ; Hasan Basri Siregar.

Views: 21