Ditolak Sholat di Ikon London Trocadero, Miliarder Asif Aziz Balas Beli Gedung & Jadikan Masjid Bawah Tanah Berkapasitas 390 Jamaah! 

Ditolak Sholat di Ikon London Trocadero, Miliarder Asif Aziz Balas Beli Gedung & Jadikan Masjid Bawah Tanah Berkapasitas 390 Jamaah!

 

London  – |

Dalam perjalanan iman yang luar biasa, miliarder properti Inggris Asif Aziz, yang dijuluki “Mr. West End” atas penguasaannya atas aset properti bernilai lebih dari £2 miliar di kawasan elit tersebut, mengubah penolakan pribadi menjadi simbol toleransi multikultural. Narasi viral yang beredar luas menyebutkan Aziz pernah ditolak untuk menunaikan sholat di lobi Trocadero Centre – gedung ikonik bergaya Art Deco di pusat Piccadilly Circus yang dulu jadi sarang hiburan glamor dengan bioskop dan restoran – pada era 1990-an.

 

Alih-alih membalas dengan amarah, Aziz justru mengakuisisi gedung megah itu senilai £220 juta pada 2005 melalui Criterion Capital-nya, lalu berjuang bertahun-tahun hingga mengubah basement bekas bioskop Metro (tutup 2006) menjadi Piccadilly Prayer Space, masjid tiga lantai modern yang resmi dapat izin dari Westminster Council pada Mei 2023 .

 

Aziz, lahir 1967 di Malawi dari keluarga Muslim India, pindah ke Inggris usia 10 tahun dan memulai kerajaan properti sejak remaja dengan membeli gedung pertamanya £1,9 juta. Melalui Aziz Foundation yang ia dirikan, visi filantropinya tak hanya soal kekayaan, tapi kebaikan sosial.

 

Rencana awal masjid berkapasitas 1.000 jemaah pada 2020 menuai kontroversi sengit: kelompok sayap kanan memprotes “invasi Islam” di kawasan hiburan, warga khawatir lalu lintas pejalan kaki dan suara azan mengganggu kehidupan malam, sementara media seperti BBC dan Evening Standard ramai menyoroti “perubahan identitas” Trocadero yang ikonik.

 

Izin ditolak berulang kali, tapi Aziz tak mundur – ia revisi desain jadi ruang sholat bawah tanah yang buka Senin-Jumat pukul 10 pagi hingga 7 malam, tanpa acara massal seperti Idulfitri, lengkap dengan parkir bawah tanah, isolasi suara canggih, mihrab marmer Turki, ruang khusus wanita, dan fasilitas dialog antaragama.

 

Asif Aziz, sang arsitek keajaiban iman di jantung London. Pernyataan resmi Aziz Foundation mencerminkan semangatnya: “Situated in vacant space in the basement of the Trocadero, the centre will provide an indispensable place for the Muslims who work, visit and live in the area and for whom prayer forms a cornerstone of their life… British Muslims are part of the fabric of our society.” Ditambah: “The prayer space is intended to serve Muslim men and women who live, work and visit the area… This will join the community of prayer spaces already available nearby.”.

 

Kini, masjid ini menampung hingga 390 jemaah, melayani 15% populasi Muslim London yang multikultural, dan jadi bukti bahwa ujian bisa berbalik jadi berkah – sesuai firman Allah QS Fussilat:34 tentang membalas kejahatan dengan kebaikan.

 

Interior megah Piccadilly Prayer Space, dari basement hiburan kini pusat ibadah.

 

 Kisah Asif Aziz ini bukan sekadar berita properti, tapi inspirasi global: satu penolakan sajadah di negeri orang berbuah ratusan sajadah terbentang. Di era polarisasi, ia buktikan keyakinan tak tergoyahkan bisa ganti dendam dengan dakwah. (*).

 

Reporter ; Hasan Basri Siregar.

Views: 30