Tim Monitoring BNPT Turun Langsung, Pastikan Rehab Rekon Pasca Banjir Deli Serdang Tepat Sasaran

 

 

Lubukpakam, UtomoNews-|

Pemerintah pusat tidak hanya memberi arahan dari Jakarta. Tim Monitoring Bencana Nasional Wilayah I Sumatera Utara turun langsung ke Deli Serdang untuk memastikan dana dan program pemulihan pascabanjir akhir 2025 berjalan sesuai data di lapangan.

 

Hal itu disampaikan Ketua Tim Monitoring Bencana Nasional Wilayah I Sumut, Brigjen TNI Fadjar Cahyono, saat audiensi dengan Pemkab Deli Serdang di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati, Selasa (30/6/2026).

 

“Tim Monitoring dan Evaluasi merupakan unsur pelaksana lapangan Posko Nasional”, tegas Brigjen Fadjar.

 

Ia menjelaskan, tugas utama tim bukan seremonial. Ada 4 fungsi utama yang dijalankan di wilayah penugasan Deli Serdang, yaitu:

 

1.  Monitoring: Memantau langsung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.

2.  Verifikasi: Mengecek kebenaran data dan capaian yang dilaporkan daerah.

3.  Validasi: Memastikan program yang diklaim sudah selesai memang benar-benar sesuai kondisi aktual di lapangan.

4.  Pelaporan: Menyusun data akurat sebagai bahan pengendalian program dan pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

 

“Tujuan kami memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan sekaligus menyediakan data dan informasi yang akurat sebagai bahan pengendalian program dan pengambilan kebijakan di tingkat nasional,” ujar Brigjen Fadjar.

 

Untuk itu, tim tidak hanya duduk mendengar paparan. Brigjen Fadjar menyebut tim melakukan verifikasi berlapis. Mulai dari capaian fisik, nonfisik, keuangan, output program, hingga membandingkan antara perencanaan, pelaksanaan, laporan, dan kondisi aktual di lapangan.

 

Tim juga bertugas, mengidentifikasi kendala dan risiko, yang berpotensi menghambat target pemulihan. Tujuannya, agar persoalan di lapangan tidak menumpuk dan bisa segera dievaluasi pemerintah pusat.

 

“Setelah menerima paparan mengenai kondisi Kabupaten Deli Serdang pascabencana alam yang terjadi pada akhir tahun lalu, hasil pertemuan ini akan kami tindak lanjuti kepada Ketua Satgas Bencana Nasional dan Menteri Dalam Negeri sebagai bahan evaluasi serta pengambilan kebijakan,” lanjutnya.

 

Banjir akhir 2025 lalu diketahui merusak jalan, jembatan, irigasi, rumah warga, rumah ibadah, lahan pertanian, kolam ikan, hingga objek wisata di sejumlah kecamatan Deli Serdang.

 

Saat ini, Pemkab DS menyatakan pelayanan dasar dan pemerintahan sudah normal, dan proses rehab-rekon terus berjalan bertahap.

 

Pertemuan ini, kata Brigjen Fadjar, menjadi jembatan data antara daerah dan pusat agar pemulihan wilayah terdampak berjalan tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

 

Reporter : Hari’S, Utomo news.

Sumber : Diskominfo DS.

Views: 10