
Deliserdang, Utomo News, Kamis 26 februari 2026.
Dalam ajaran Islam, rahmat Allah SWT adalah anugerah terbesar yang menyelimuti seluruh ciptaan-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS. Al-A’raf: 156). Namun, rahmat ini tidak turun begitu saja; ada sebab-sebab yang membukanya, sekaligus faktor-faktor yang menimbulkan hijab atau tabir yang menghalangi kedekatan hamba dengan Tuhan.
Mari kita telusuri berdasarkan dalil-dalil shahih. Penyebab Turunnya Rahmat Allah
Rahmat Allah turun melalui pintu taat dan keimanan. Beberapa sebab utama:Takwa dan Istighfar: Allah SWT menjanjikan, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At-Thalaq: 2-3).
Takwa membuka limpahan rahmat, sementara istighfar membersihkan dosa sebagai kunci turunnya hujan rahmat. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar darurat baginya, rezeki dari arah yang tidak disangka, dan memberinya kebaikan dari arah yang tidak diharapkan” (HR. Abu Dawud no. 1517, shahih).
Shalat dan Zikir: Shalat adalah mi’raj orang mukmin yang mendekatkan rahmat. Allah firmankan: “Dan carilah kepada-Rabi kalian dengan berusaha (menyembah-Nya) sehingga datang kematian kepada kalian” (QS. Al-Ankabut: 69, terkait ketaatan). Hadits qudsi menyatakan: “Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta” (HR. Bukhari no. 7405).
Zikir pagi petang juga menyelimuti dengan rahmat, seperti sabda Nabi SAW: “Barangsiapa membaca ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika lah…’ seratus kali pagi hari, maka Allah akan melindunginya dari segala keburukan hingga petang” (HR. Muslim no. 2691).
Kebaikan kepada Sesama: Bersedekah dan silaturahmi membuka pintu rahmat. Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling dekat dengan Allah adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162, shahih). Rahmat turun melalui tangan yang memberi, sebagaimana QS. Al-Baqarah: 261 membandingkan sedekah dengan benih yang tumbuh tujuh tangkai.
Penyebab Datangnya Hijab (Pembatas Rahmat)Hijab muncul akibat maksiat yang menebal hati, menjauhkan dari cahaya rahmat. Ini bukan hukuman abadi, tapi peringatan untuk bertaubat.Dosa dan Kemaksiatan: Dosa adalah tabir utama. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hati itu akan berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air.
Orang ditanya, ‘Apa yang menghilangkan karat itu?’ Jawabnya, ‘Istighfar dan tangisan.’” (HR. Ahmad no. 24092, hasan). Dalam hadits lain: “Allah menutup wajah seseorang yang berbuat dosa besar dengan hijab hitam setiap pagi dan petang” (HR. Thabrani, dishahihkan Al-Albani).
Riya dan Ujub: Beramal untuk dilihat orang (riya) atau sombong (ujub) menimbulkan hijab. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhari no. 1). QS. Al-Kahfi: 110 memperingatkan: “Barangsiapa mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah beramal shalih dan tidak menyekutukan siapa pun dalam ibadat kepada Tuhannya.”
Meninggalkan Shalat dan Zikir: QS. Al-Ma’un: 4-5 menggambarkan orang munafik yang lalai shalat, hatinya keras tertutup hijab. Hadits Nabi SAW: “Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan. Datanglah malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Cahaya bulan purnama hingga fajar, kecuali bagi yang hatinya keras” (HR. Bukhari no. 2024)—menunjukkan hijab bagi yang lalai.
Kesimpulan Iman: Rahmat Allah dekat bagi yang taat, tapi hijab datang dari dosa yang menumpuk. Bertaubatlah segera, perbanyak istighfar, dan amal shalih. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Rahmat Allah lebih dekat daripada urat lehermu” (HR. Ibnu Hibban). Jadikan ini pengingat untuk membersihkan hati setiap hari. (HBS).
Views: 3













