Medan, Utomo News, Minggu, 22 Februari 2026 – |
Anggaran colosal Rp 335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di APBN 2026, yang melonjak lima kali lipat dari realisasi 2025, memicu perdebatan panas: mungkinkah dana sebesar ini dialihkan untuk membangun ribuan pabrik kelapa sawit (PKS)? Analisis eksklusif ini mengungkap, dana tersebut cukup untuk mendirikan sekitar 11.000 unit PKS berkapasitas sedang, setara jatah rata-rata 290 pabrik per provinsi di 38 wilayah Indonesia.
Potensi Mega-Proyek Sawit: 11.000 Unit Pabrik dari Satu Anggaran
Berdasarkan data biaya konstruksi terkini, satu unit PKS sedang (30 ton TBS/jam) menelan biaya Rp 30 miliar, mencakup sipil, peralatan, dan pengolahan limbah. Dengan Rp 335 triliun, pemerintah berpotensi membangun 11.000–33.000 unit PKS mini hingga sedang, bahkan hingga 112.000 unit skala kecil—transformasi industri sawit nasional yang belum pernah terjadi.
Jika dibagi merata ke 38 provinsi (termasuk pemekaran Papua terbaru), tiap daerah kebagian sekitar 290 unit pabrik (11.000 ÷ 38). Realitanya, distribusi sawit tak merata: Sumatra (60%, ~6.600 unit di Riau-Sumut), Kalimantan (30%, 3.300 unit), Sulawesi (660 unit), dan sisanya minor—provinsi seperti Jawa atau Maluku sulit akomodir karena keterbatasan lahan TBS.
Duel Lapangan Kerja: MBG 3-5 Juta Pekerja vs Sawit 16-49 Juta Kumulatif
Pembangunan 11.000 PKS tambahan berpotensi serap 66.000–165.000 tenaga kerja langsung (6-15 orang/shift/unit), ditambah jutaan petani plasma—kumulatif industri sawit nasional sudah capai 16 juta pekerja saat ini.
Dampaknya masif di daerah sentra: PDRB Riau tembus 27%, kemiskinan turun 4,7% per 10% produksi CPO, plus ledakan UMKM, jalan, dan pasar pedesaan.
Sebaliknya, MBG dengan 21.000+ Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG/dapur produksi) di 38 provinsi sudah serap 1 juta pekerja (relawan, koki, supplier petani sayur/telur). Proyeksi penuh (82 juta penerima) bisa ciptakan 3-5 juta lapangan kerja permanen harian, inklusif nasional, sambil tekan stunting 15-20% untuk generasi emas 2045.
Analisis ini berdasarkan data BGN, GAPKI, dan studi ekonomi terkini per Februari 2026. Pemerintah diminta pertimbangkan anggaran APBN 335 triliun untuk alokasikan MBG , atau untuk bangun pabrik sawit berkelanjutan? (*)
Views: 46













