Berita  

Perang di Iran Membuka Mata Dunia Islam: Pertempuran Bukti Amerika-Israel Binaskan Umat Islam.

 

Medan, Utomo News, Senin,16 Maret 2026 –|

Eskalasi perang di Iran kini menjadi titik balik bagi umat Islam global, mengungkap permusuhan abadi Amerika yang dikendalikan Israel terhadap kaum muslimin, sebagaimana diramalkan Al-Qur’an tentang sikap kafir yang memusuhi hingga hari kiamat.

Al-Qur’an secara tegas menggambarkan permusuhan ini mirip sikap setan yang bersumpah memusuhi keturunan Adam secara kontinu. Dalam QS. Al-Maidah :64, Allah SWT berfirman, “Dan Kami telah timpakan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat,” menunjuk pada kelompok kafir seperti Yahudi dan sekutunya yang baju membahu bersatu melawan Islam.

Pertempuran sengit di Iran menjadi bukti nyata. Serangan brutal Amerika-Israel telah membinasakan infrastruktur dan rakyat sipil muslim, membuka mata dunia Islam akan fitnah besar yang direncanakan musuh. Seperti setan dalam QS. Al-A’raf :16-17 yang berjanji menggelincirkan manusia dari jalan lurus, kekuatan Barat kini terang-terangan memusnahkan umat Islam.

Kelicikan Israel-Amerika Membungkus Islam sebagai Teroris Terbukti: Amerika Raja Sebenarnya Teroris

Narasi palsu Israel dan Amerika yang membungkus perjuangan Islam sebagai “terorisme” kini terbongkar habis. Mereka yang menuding muslim sebagai teroris justru pelaku utama genosida di Iran, bom cluster, dan invasi brutal di negeri muslim – bukti nyata Amerika sebagai raja teroris dunia.

Kelicikan ini selaras QS. Al-Baqarah :36, di mana setan menjadikan sebagian manusia musuh bagi yang lain hingga hari akhir, dengan propaganda Barat sebagai senjata utama memfitnah Islam.

Drone pembunuh yang menjatuhkan 14.000 bom di Libya 2011 saja, atau 100.000 serangan udara di Irak-Suriah, hanyalah puncak gunung es neraka ini.

Dan siapa yang disalahkan? Propaganda Barat—dipimpin superpower kapitalis AS—rutin melabeli perlawanan sebagai “terorisme”, sementara mereka sendiri merajai daftar algojo kemanusiaan.

Ingat saja: 1 juta warga Irak tewas akibat invasi 2003 berdasarkan studi Lancet dan ORB; 2,2 juta Afghanistan hancur lebur per perang 20 tahun (dokumen Pentagon bocor); Yaman runtuh di bawah bom Saudi yang didukung senjata AS senilai miliaran dolar.

Kapitalisme haus darah ini bukan kebetulan—ini strategi hegemoni untuk kendalikan minyak, rute perdagangan, dan pasar senjata senilai triliunan. Masihkah Anda terpedaya narasi “teroris Islam”?

Bangunlah! Pelaku utama adalah raksasa kapitalis yang mengklaim peradaban, tapi nyatanya pembantai massal. 38 juta nyawa menjerit dari reruntuhan—darah di tangan AS, Saatnya balikkan propaganda: bukan Islam yang teroris, tapi imperialisme yang memuja keuntungan di atas kuburan umat manusia. ( Hari’S).

Views: 1