Berita  

Iran Siap Lumati Israel dengan Rudal 1 Ton: Ancaman “Raja Setan” Menuju Perang Total?

 

Medan, Utomo News, Minggu,15 Maret 2026 –|

Ketegangan Timur Tengah memuncak setelah Iran mengonfirmasi kesiapan peluncuran rudal balistik berbobot kepala 1 ton, yang diklaim mampu menghancurkan target strategis Israel secara total.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi perang proxy yang telah menewaskan ribuan nyawa sejak Oktober 2023, dengan Iran menargetkan apa yang disebutnya “Yahudi raja setan” – istilah provokatif untuk rezim Zionis di Tel Aviv.

Data militer terbaru dari Institute for the Study of War (ISW) menunjukkan, Iran telah menguji rudal seperti Fattah-2 dan Kheibar Shekan dengan jangkauan 1.400-2.000 km, mampu menembus pertahanan Iron Dome Israel.

Bobot kepala 1 ton ini setara daya ledak bom konvensional besar, cukup untuk meratakan bunker atau pangkalan udara.

Pada 13 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan 180 rudal balistik ke Israel sebagai balasan serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz, menewaskan 12 ilmuwan Iran menurut media negara Teheran seperti Tasnim News.
Konflik ini telah sebabkan 45.000 korban Palestina di Gaza (data Kementerian Kesehatan Hamas, diverifikasi PBB), plus 1.200 tewas di Israel. Iran via Hizbullah telah tembakkan 8.000 roket sejak 2023.Dukungan Proxy: Yaman (Houthi) blokade Laut Merah rugikan ekonomi Israel US$20 miliar; Hezbollah ancam invasi darat dengan 150.000 roket.

Respons Global: AS kirim 2 kapal induk tambahan ke Mediterania (Pentagon, 14 Maret), sementara Rusia suplai S-400 ke Iran.Analis militer seperti Pieter Wezeman dari SIPRI memperingatkan, rudal 1 ton Iran bisa ubah dinamika perang – Iron Dome efektif 90% lawan roket kecil, tapi gagal total lawan hipersonik.

“Ini bukan gertak sambal; Iran punya stok 3.000 rudal presisi,” katanya. Iran, melalui Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, tekankan ini sebagai jihad defensif melawan “okupasi Zionis”. Sementara PM Israel Netanyahu janji “respons api dengan api”, eskalasi ini berpotensi tarik AS ke perang regional, ganggu pasokan minyak global naik 15% harga Brent crude. (Hari’S).

Views: 49