Berita  

Ya’juj dan Ma’juj Keluar Akhiri Zaman? Kisah Tembok Dzulqarnain yang Hancurkan Peradaban – Fakta Al-Qur’an & Hadits Terungkap!

 

Deli Serdang, Utomo News, – Rabu, 25 Februari 2026- |

Di tengah gejolak dunia modern yang penuh konflik dan bencana, sebuah kisah kuno dari Al-Qur’an kembali mengguncang iman umat. Ya’juj dan Ma’juj—dua kaum pembinasaan massal yang disebutkan dalam firman Allah—bukan sekadar legenda. Mereka adalah salah satu dari 10 tanda kiamat besar yang dijamin terjadi oleh Rasulullah SAW.

Bayangkan: jumlah mereka tak terhitung, kekuatan mereka menghancurkan gunung, dan kemunculan mereka akan memaksa Nabi Isa AS turun ke bumi.

Apa fakta sebenarnya? Bagaimana tembok besi Dzulqarnain menahan mereka ribuan tahun? Dan mengapa doa adalah senjata pamungkas melawan mereka? Kami gali eksklusif dari sumber primer Islam.

Awal Mula Kekacauan: Kerusakan Massal Sebelum Zaman Nabi Muhammad SAW

Kisah ini bermula jauh sebelum era kita, di wilayah terpencil yang sulit dijangkau—mungkin di balik pegunungan Kaukakus atau Asia Tengah, menurut tafsir ulama seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azim. Kaum Ya’juj dan Ma’juj digambarkan sebagai bangsa hybrid: bertubuh besar, wajah lebar seperti perisai (HR. Bukhari no. 3346), dengan jumlah fantastis yang melebihi formasi burung atau lebah (HR. Muslim no. 2937).

Mereka tak hanya merampok desa. Al-Qur’an (QS. Al-Anbiya: 96) menyebut mereka mufsidin fil ard—perusak di bumi. Penduduk setempat hidup dalam teror abadi: tanah gundul, sungai kering, peradaban runtuh. Data hadits memperkuat: “Mereka akan minum Danau Tiberias (di Palestina) hingga kering” (HR. Muslim no. 2937).

Ini bukan hiperbola; ulama seperti Imam Nawawi menafsirkan sebagai ilustrasi kekuatan mereka yang tak tertandingi, setara populasi global hari ini tapi dengan kekuatan primal.

Dalam keputusasaan, mereka mendekati Dzulqarnain—raja saleh yang disebut Allah sebagai abd (hamba) mulia (QS. Al-Kahfi: 83-98). Identitasnya misterius: sebagian ulama kaitkan dengan Raja Cyrus Persia (abad 6 SM), yang membangun tembok raksasa seperti yang tercatat di prasasti Behistun.

Tembok Besi Legendaris: Teknologi Ilahi yang Tak Tertembus

Dzulqarnain tak minta upeti. “Bantulah aku dengan tenaga kalian,” katanya (QS. Al-Kahfi: 95). Ia temukan celah dua gunung besi, panaskan hingga merah membara, tuang tembaga cair di antaranya—menciptakan penghalang tak tertembus senjata manusia. Tingginya? Tak disebut, tapi cukup untuk tahan ribuan tahun.

Penduduk bersorak: kedamaian kembali. Tapi Dzulqarnain beri peringatan profetik: Ini rahmat dari Rabbku. Jika janji Rabbku datang, Dia akan hancurkannya” (QS. Al-Kahfi: 98). Fakta kunci: Tembok ini bukan permanen. Ia simbol kekuasaan Allah atas ciptaan-Nya.

Ledakan Akhir Zaman: Gelombang Pembinasaan Seperti Tsunami Manusia

Menurut urutan tanda kiamat (HR. Muslim no. 2901), Ya’juj-Ma’juj keluar setelah Dajjal muncul dan Nabi Isa AS turun ke Damaskus. Mereka jebol tembok “seperti air bah” (QS. Al-Anbiya: 96), turun dari pegunungan, isi lembah-lembah. Hadits detail: “Mereka datang dari segala penjuru, jumlahnya seperti awan hitam” (HR. Bukhari no. 7135).

Tak ada tentara dunia yang sanggup melawannya, mereka minum laut , air laut kering , rampas makanan global secara paksa.

Puncak Dramatis: Doa Nabi Isa AS Hancurkan Mereka dalam Semalam

Manusia kalah telak. Tapi Nabi Isa AS, bersama 5000-8000 sahabat (HR. Ahmad no. 22548), lari ke Gunung Tur. Doa mereka: “Ya Allah, lindungi kami!” Allah kirim cacing atau penyakit mematikan mereka mati ( Ya’juj -Ma’juj) bertumpuk, busuk memenuhi bumi (HR. Muslim no. 2937).

Burung gagak bawa mayat ke laut, hujan bersihkan dunia. Ini bukti: kemenangan bukan dari AK-47, tapi iman.

Pelajaran Eksklusif untuk Umat Saat Ini

Rahmat Sementara: Seperti tembok Dzulqarnain, nikmat dunia fana. Persiapkan akhirat.Kekuatan Iman Atas Massa: Jumlah Ya’juj-Ma’juj tak selamatkan mereka dari azab Allah. Doa Penyelamat: Di era konflik Gaza-Ukraina, ingat: pertolongan Allah lewat zikir dan shalat.

Kisah ini bukan horor, tapi pengingat: kiamat dekat. “Dan ingatlah, hari itu pasti datang” (QS. Al-Kahfi: 98). Apa langkah Anda menyambut? (HBS).

Views: 20