Deliserdang, Utomo News, Selasa,24 februari 2026 – |
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dengan anggaran Rp15.000 per porsi per hari menjadi sorotan publik akibat berbagai masalah pengelolaan di tingkat sekolah. Meski bertujuan memenuhi gizi anak sekolah untuk kurangi stunting, program ini kerap dikritik karena kasus keracunan massal dan lemahnya pengawasan .
Dukungan Kuat dari Survei Warganet
Polling Sukabumi Update pada Oktober 2025 menunjukkan 64% dari 11.417 responden setuju dana MBG disalurkan tunai langsung ke orang tua siswa, lebih baik daripada dikelola pihak ke tiga.
Studi Celios juga ungkap mayoritas responden lebih pilih bantuan tunai karena fleksibilitas atur gizi anak sesuai kebutuhan dan selera. Usulan ini mencuat dari kalangan orang tua dan DPR, seperti Ketua Komisi IX Charles Honoris yang yakin orang tua pasti prioritaskan makanan terbaik untuk anak.
Masalah Pengelolaan di Sekolah
Badan Gizi Nasional (BGN) tolak skema tunai karena khawatir dana tak tepat sasaran, tapi realitas lapangan tunjukkan pengelolaan sekolah bermasalah. Ombudsman catat 8 isu utama MBG, termasuk keracunan berulang, keterlambatan pembayaran, dan beban guru sebagai pengawas tanpa pelatihan memadai.
Hingga 2025, ribuan kasus keracunan tercatat di 16 provinsi, plus dugaan korupsi di SPPG dan yayasan mitra.
Keuntungan Skema Tunai Langsung
Dengan Rp15.000/hari (sekitar Rp 450.000/bulan per anak), orang tua bisa beli makanan lebih bergizi dan segar sesuai kondisi anak, hindari risiko basi atau tidak disukai. BGN akui potensi penyalahgunaan, tapi survei tunjukkan mayoritas orang tua prioritaskan gizi anak daripada keperluan lain.Skema ini juga kurangi beban sekolah, fokus pendidikan, dan hemat anggaran operasional seperti honor staf dapur yang kadang lebih tinggi dari guru honorer.
Untuk diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan Rp10.000 sebagai anggaran bahan makanan per porsi harian untuk anak SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rincian Bahan Makanan
Dana Rp10.000 difokuskan sepenuhnya untuk bahan baku, mencakup beras, lauk protein (ayam/telur/tahu/tempe), sayuran, dan bumbu, sesuai standar menu bergizi yang telah dihitung resmi.
Alokasi Operasional
Sisanya dari total Rp15.000 per porsi dialokasikan Rp3.000 untuk operasional (listrik, gas, air, internet, insentif relawan SPPG, guru PIC, BPJS, BBM, APD, kebersihan, operasional tim).Tambahan Rp2.000 khusus sewa lahan/bangunan (dapur, gudang, IPAL, filter air, peralatan masak modern seperti steam rice, kulkas, chiller). (*).
Views: 13













